📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Dituduh Gasak Rp11 Triliun dari Investor, Bos Skema Tambang Bitcoin Ini Malah Nyaris Bebas - Ini Alasannya

Dituduh Gasak Rp11 Triliun dari Investor, Bos Skema Tambang Bitcoin Ini Malah Nyaris Bebas - Ini Alasannya

📚 Istilah di Artikel Ini:

Bayangkan didakwa menipu ribuan investor senilai $722 juta - sekitar Rp11 triliun - lalu, alih-alih duduk di kursi terdakwa, kasusmu justru dijatuhkan dengan tuntas. Itulah nasib yang kini menghampiri Matthew Goettsche, pendiri BitClub Network, platform yang mengaku sebagai kolam penambangan Bitcoin. Departemen Kehakiman AS (DOJ) dilaporkan bergerak menutup dakwaan terhadapnya.

Sebuah dokumen pengadilan menunjukkan tim pengacara Goettsche menyurati hakim distrik New Jersey, Claire Cecchi, pada Rabu lalu, menyatakan para pihak telah “mencapai kesepakatan pada prinsipnya” untuk menyelesaikan dakwaan yang tertunda. Kabar ini menyeruak setelah kantor deputi jaksa agung di Washington dilaporkan memerintahkan penutupan kasus dengan prejudice - artinya tak bisa diajukan ulang - menurut laporan Bloomberg Law yang mengutip dua sumber.

Skema yang Dibangun ‘di Atas Punggung Orang-Orang Bodoh’

BitClub beroperasi dari April 2014 sampai Desember 2019, menjajakan diri sebagai kolam tambang Bitcoin tempat investor bisa membeli “saham” dan meraup imbal hasil pasif. Kenyataannya, jaksa menuduh BitClub memalsukan angka pendapatan dan mengarang data penambangan demi menjaring korban baru. Dokumen pengadilan sebelumnya bahkan mengungkap Goettsche pernah menggambarkan modelnya sebagai skema yang dibangun “di atas punggung orang-orang bodoh”.

Goettsche didakwa sejak Desember 2019 atas konspirasi penipuan kawat dan penjualan sekuritas tanpa izin, dan seharusnya diadili Oktober ini. Yang membuat pembalikan ini terasa janggal: tiga bekas rekannya - Silviu Balaci, Joseph Abel, dan Gordon Beckstead - sudah lebih dulu mengaku bersalah atas keterlibatan dalam skema yang sama.

Sinyal Perubahan Arah Penegakan Hukum Kripto di AS

Langkah ini bukan kebetulan. Ia mengikuti memo April 2025 dari Deputi Jaksa Agung Todd Blanche, yang memerintahkan DOJ menghentikan strategi “regulasi lewat penuntutan” terhadap industri aset digital. Blanche belakangan menegaskan prinsip “kode bukanlah kejahatan” - sebuah pergeseran doktrin yang kini terasa dampaknya langsung ke meja hakim.

Regulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit📌 Baca JugaRegulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit

Bagi korban yang kadung kehilangan uang, kabar ini pahit: pelaku yang dituduh merancang penipuan bernilai triliunan rupiah bisa melenggang tanpa vonis. Namun bagi industri, ini menandai babak baru - negara tak lagi memperlakukan setiap kegagalan proyek kripto sebagai kejahatan pidana. Pertanyaan besarnya kini menggantung: di mana garis antara membebaskan inovasi dan membiarkan penipu lolos? Kasus Goettsche mungkin jadi ujian pertama yang paling terang untuk menjawabnya.

Dilansir dari Cointelegraph.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share