Kabar bahwa rancangan undang-undang kripto terbesar Amerika Serikat sudah mati ternyata terlalu dini. Menurut sumber-sumber yang mengetahui pembahasannya, para legislator justru berencana merilis versi terbaru Digital Asset Market Clarity Act pekan ini - naskah gabungan yang selama ini dinanti industri.
Draf baru ini menyatukan dua versi terpisah yang sebelumnya lolos dari Komite Perbankan dan Komite Pertanian Senat, hasil tarik-ulur panjang antara kedua kubu. Bobotnya pun bertambah: sekitar 70 halaman baru ditambahkan ke dalam teks. Sekilas, ini terdengar seperti kemajuan besar. Tapi ada satu ganjalan yang membuat euforia tertahan.
Satu Pasal yang Belum Ada Bikin Semua Menggantung
Menurut sumber CoinDesk, versi terbaru itu justru belum memuat pasal etika maupun kesepakatan atas sejumlah isu paling sensitif yang selama ini jadi batu sandungan. Dengan kata lain, naskah yang menggemuk 70 halaman itu tetap belum siap dibawa ke pemungutan suara. Bab yang paling menentukan nasib undang-undang ini justru sengaja - atau terpaksa - dibiarkan kosong.
Kenapa pasal etika begitu krusial? Karena untuk lolos di Senat, rancangan ini butuh setidaknya 60 suara, yang berarti minimal tujuh senator Demokrat harus ikut mendukung. Tanpa pasal etika yang jelas, dukungan lintas partai sebesar itu nyaris mustahil didapat. Bahkan, kata seorang sumber, kalau teks yang beredar tak menyertakan sekadar kerangka awal soal etika, hal itu bisa jadi kontraproduktif - menjauhkan, bukan mendekatkan, suara yang dibutuhkan.
Bayang-Bayang Cuan Kripto Trump
Di sinilah nama Donald Trump kembali muncul. Keuntungan kripto sang presiden yang ditaksir mencapai 1,4 miliar dolar membuat isu etika jadi sangat sensitif secara politik - banyak Demokrat enggan meneken undang-undang yang dianggap memberi karpet merah tanpa ada rambu benturan kepentingan. Pemimpin mayoritas Senat sempat menyatakan bersedia menggelar pemungutan suara pada Juli, dengan rumor jadwal di pekan 20 atau 27 Juli, tapi semua bergantung pada apakah titik-titik buntu ini bisa diurai lebih dulu.
📌 Baca JugaRegulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit
Ada satu kabar baik kecil bagi para pendukung rancangan ini: kekhawatiran soal larangan mata uang digital bank sentral (CBDC) yang bisa memperumit negosiasi kini mereda, karena larangan itu sudah dipastikan lewat undang-undang lain dan berlaku setidaknya hingga sekitar 2030. Namun soal Clarity Act sendiri, jalannya masih terjal. Rilisnya naskah baru pekan ini memang menandakan bahwa denyut rancangan ini belum berhenti - tapi selama bab paling menentukan masih dibiarkan kosong, industri kripto Amerika terpaksa menahan napas sedikit lebih lama.
Dilansir dari CoinDesk.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




