Dua perampokan rumah di Prancis pada April 2026 menghasilkan kerugian senilai total $667.000. Pelaku memindahkan uang hasil kejahatan fisik itu ke ekosistem kripto untuk menyamarkan asal-usulnya. Namun langkah memindahkan dana ke buku besar digital justru mempertemukan pelaku dengan penyelidik on-chain ZachXBT, yang merilis utas investigasi mengenai kasus ini.
ZachXBT mengidentifikasi pelaku sebagai M1llionz, sosok yang juga memakai nama samaran RichMilly666 di ranah kejahatan siber Prancis. Utas investigasi itu mengaitkan M1llionz langsung dengan pencucian dana dari dua perampokan rumah pada April 2026. Yang membuat aksinya cepat terungkap bukan cuma pergerakan transaksi dompet digital, melainkan kecerobohan pelaku di luar blockchain.
Pamer Penipuan di Media Sosial
Sebelum terseret dalam kasus perampokan rumah, M1llionz sudah memiliki rekam jejak aktif di media sosial. Sosok ini berulang kali memposting konten terbuka mengenai penipuan perbankan dan retail fraud. Catatan aktivitas publik yang dibuatnya sendiri memberi petunjuk penting mengenai pola kerja dan identitasnya di dunia nyata.
Alih-alih menyembunyikan profilnya rapat-rapat, kebiasaan memamerkan aksi penipuan di jejaring sosial mempermudah penyelidik merangkai bukti. Ketika dana $667.000 hasil dua perampokan masuk ke jalur pencucian kripto, jejak digital yang sudah tersebar di akun media sosialnya membantu ZachXBT menghubungkan aksi kriminal fisik dengan dompet digital penerima dana.
Aset $93.000 Berakhir Disita
Penyelidikan yang dirilis ZachXBT tidak berhenti sebagai laporan analisis semata. Utas investigasi on-chain itu diklaim membuahkan hasil langsung bagi penegak hukum, dengan penangkapan dan penyitaan aset senilai $93.000. Meski nominal sitaan ini baru mencakup sebagian dari total $667.000 yang digasak dari korban perampokan, tindakan ini membuktikan bahwa penyamaran dana lewat aset digital tetap meninggalkan jejak yang bisa dibekukan.
Pola ini sekaligus memperlihatkan fokus kerja ZachXBT yang aktif melacak aliran aset dari tindak pidana fisik ke ranah digital. Pelaku kejahatan konvensional kerap berpindah ke kripto dengan anggapan keliru bahwa aset digital memberi perlindungan anonim tanpa celah. Padahal, buku besar publik mencatat setiap perpindahan koin tanpa bisa diubah atau dihapus.
Dari Aksi Lokal hingga Sindikat Global
Kasus M1llionz memperpanjang daftar investigasi on-chain yang dipublikasikan ZachXBT ke publik. Penyelidik independen ini sebelumnya terbiasa menangani skandal kejahatan siber berskala jauh lebih besar, termasuk penelusuran aliran dana kelompok peretas asal Korea Utara, Lazarus Group, yang mencapai nilai $387 juta.
๐ Baca JugaInfluencer Pump.fun Raup $125.000 dari 49 Token - Masuk Sebelum Pengikutnya, Keluar Tiga Menit Kemudian
Bagi pelaku kejahatan yang mencoba memanfaatkan kripto, transparansi blockchain menghadirkan konsekuensi nyata. Memindahkan uang hasil perampokan ke alamat dompet kripto tidak menghilangkan kejahatan, melainkan hanya menaruh catatan buktinya di tempat terbuka yang bisa ditelusuri siapa saja.
Dilansir dari @zachxbt di X.
Baca juga: Bug Sejak 2015 Bisa Cetak 18 Triliun XRP - RippleX Terobos Aturan Demi Redam Risiko $94 Miliar
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




