Child Pays for Parent (CPFP) adalah metode mempercepat transaksi kripto yang tersangkut di jaringan akibat biaya kirim terlalu rendah. Cara kerjanya yaitu penerima atau pengirim membuat transaksi baru dengan biaya sangat tinggi dari dana yang belum cair tersebut, sehingga penambang terdorong memproses kedua transaksi sekaligus demi mendapatkan total keuntungan biaya yang lebih besar.
๐ Cara baca: caild peys for pe-rent
Penjelasan
Bayangkan Anda sedang menunggu kiriman paket dari seorang teman, tetapi teman Anda memilih ongkos kirim paling murah sehingga kurir enggan mengantarnya dan paket itu tertahan lama di gudang.
Supaya paket itu lekas sampai, Anda memesan layanan kurir kilat khusus berbayar mahal untuk menjemput paket tersebut langsung ke rumah Anda. Karena kurir kilat tergiur upah besar Anda, ia terpaksa mengambil paket lama yang tertahan tadi sekaligus mengantarkannya ke tangan Anda.
Saat jaringan blockchain seperti Bitcoin sedang padat, transaksi dengan biaya (fee) rendah sering kali tertahan lama di ruang tunggu antrean (mempool). Para penambang umumnya memprioritaskan transaksi dengan penawaran fee paling tinggi demi memaksimalkan pendapatan komputasi mereka.
Child Pays for Parent (CPFP) hadir sebagai solusi teknis untuk mengatasi masalah ini. Penerima dana yang transaksinya belum dikonfirmasi dapat menggunakan koin dari transaksi pertama (parent) untuk membuat transaksi baru (child), sembari melampirkan biaya transaksi bernominal sangat tinggi.
Karena sistem blockchain mewajibkan transaksi parent diselesaikan terlebih dahulu sebelum transaksi child dapat diproses, penambang akan memproses kedua transaksi tersebut secara bersamaan dalam satu blok agar bisa meraup biaya gabungan yang menguntungkan.
Secara teknis, penambang mengevaluasi prioritas blok berdasarkan package fee rate, yaitu total biaya dari transaksi parent ditambah child dibagi dengan total ukuran data gabungan (vbytes) keduanya. Jika transaksi parent memiliki tarif 2 sat/vB dan child memiliki tarif 50 sat/vB dengan bobot ukuran seimbang, rata-rata tarif efektifnya menjadi sekitar 26 sat/vB, menjadikannya sangat kompetitif untuk langsung dimasukkan ke blok berikutnya.
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
Di Indonesia, CPFP merupakan mekanisme teknis murni di lapisan protokol jaringan blockchain dan tidak diatur khusus oleh OJK/Bappebti. Walaupun demikian, pemahaman ini penting bagi pengguna kripto lokal saat memindahkan aset secara mandiri di luar platform Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) resmi, mirip seperti memesan layanan ojek ekspres pribadi saat paket belanjaan reguler terlambat datang.
Contoh
Ibarat sebuah kapal kargo lambat bermuatan berat yang terdampar di muara sungai karena menyewa mesin bertenaga minim. Agar muatan segera tiba di dermaga pabrik, sang pemesan barang menyewa kapal tunda (tugboat) bermesin jet bertenaga raksasa dengan tarif mahal untuk menarik kapal kargo lambat tersebut ke dermaga secara bersamaan.
Apa perbedaan utama antara CPFP dan Replace-by-Fee (RBF)?
Perbedaan utamanya terletak pada siapa yang bisa melakukannya, di mana RBF umumnya hanya bisa dipicu oleh pengirim asal untuk menaikkan biaya transaksi lama, sedangkan CPFP memungkinkan pihak penerima untuk mempercepat transaksi yang tertahan tanpa bantuan pengirim.
Apakah teknik CPFP bisa digunakan pada semua mata uang kripto?
Teknik CPFP hanya bisa berjalan pada jaringan blockchain yang menggunakan model pencatatan UTXO seperti Bitcoin, Litecoin, atau Dogecoin, dan umumnya tidak dapat diterapkan pada jaringan berbasis saldo akun seperti Ethereum.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 30 September 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




