Tether Capital resmi masuk ke sektor perangkat keras kecerdasan buatan lewat putaran pendanaan Seri E Tenstorrent senilai $1,5 miliar. Partisipasi lengan investasi penerbit stablecoin USDT yang berbasis di El Salvador ini mendorong valuasi pascainvestasi produsen chip itu menyentuh angka $6,2 miliar. Nilai valuasi ini naik tajam dibanding putaran sebelumnya pada Desember 2024, ketika Tenstorrent menghimpun lebih dari $693 juta dengan valuasi pra-investasi $2 miliar.
Langkah ini menempatkan penerbit stablecoin USDT langsung di tengah persaingan teknologi semikonduktor, berdampingan dengan deretan pemodal institusional dari Wall Street.
Arsitek Chip Apple dan Deretan Pemodal Wall Street
Tenstorrent dipimpin oleh Jim Keller, veteran perancang mikroprosesor yang pernah memimpin pengembangan chip autopilot di Tesla. Keller juga memegang peran desain chip penting di Apple dan AMD sebelum memimpin Tenstorrent. Kehadiran figur perancang semikonduktor senior ini menarik minat pemodal ventura papan atas.
Trace Capital dan Innovation X bertindak sebagai pemimpin putaran Seri E ini. Sejumlah nama besar sektor keuangan Wall Street turut menyetor modal dalam konsorsium pendanaan ini, antara lain ARK Invest, Fidelity Management & Research Company, Morgan Stanley, Sandisk, T. Rowe Price, Eclipse, serta XTX Markets.
Rencana Server Galaxy dan Visi Kemandirian AI
Tenstorrent menyiapkan modal baru ini untuk memperkuat kapasitas produksi dan riset komputasi mereka. Perusahaan akan menggunakan dana segar untuk memasang server Galaxy, mengembangkan desain arsitektur chip AI dan prosesor sentral (CPU), termasuk teknologi TT-Ascalon CPU dan Tensix AI cores. Di sisi bisnis, modal ini disalurkan untuk memperluas operasi komersial dengan klien manufaktur global seperti Samsung dan LG.
Bagi Tether, penyertaan modal ini berpijak pada pandangan jangka panjang tentang arah kecerdasan buatan. CEO Tether Paolo Ardoino menegaskan investasi ini selaras dengan visi Tether bahwa AI harus menjadi teknologi yang dapat dibangun, dijalankan, dan dikendalikan sendiri oleh pengguna secara independen, lepas dari ketergantungan pada perangkat keras dan penyedia cloud tertutup.
Sumber Modal dari Surplus Cadangan dan Emas
Tether mendanai komitmen investasi ini memakai keuntungan operasional dan kelebihan cadangannya sendiri. Pada kuartal kedua 2026, Tether mencatat perolehan laba sebesar $1,5 miliar. Perusahaan juga memegang lebih dari 146 ton emas fisik, serta mengantongi surplus cadangan senilai $6,814 miliar berdasarkan opini audit wajar tanpa pengecualian dari kantor akuntan KPMG untuk tahun buku 2025.
๐ Baca JugaPasokan Stablecoin Cuma Naik 0,4% di 2026 - Tapi Nilai Pembayarannya Tembus $482 Miliar
Bagi pelaku pasar kripto dan pemegang USDT, langkah ini menunjukkan bagaimana akumulasi laba penerbit stablecoin mulai dialihkan ke kepemilikan aset infrastruktur komputasi fisik di luar sistem keuangan tradisional.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Bunga Deposito Naik Cuma 0,01 Poin Bisa Rem Laju Stablecoin - USDC Terbukti Paling Rentan
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




