LayerZero menetapkan 30 November 2026 sebagai jadwal peluncuran mainnet Zero sekaligus infrastruktur perdagangan perdananya, ATLAS. Melalui varian awal Open ATLAS, sistem perdagangan ini disiapkan untuk langsung terhubung dengan lebih dari selusin bursa mitra sejak hari pertama peluncuran.
ATLAS beroperasi tanpa antarmuka ritel sendiri, atau berformat headless exchange. Pengguna tidak bertransaksi langsung lewat situs LayerZero, melainkan melalui bursa pihak ketiga yang mengelola distribusi pasar dan antarmuka nasabah.
Pemisahan ini bukan sekadar urusan tampilan, melainkan pembagian peran menyeluruh di balik layar.
Bagaimana Bursa Tanpa Antarmuka Beroperasi
Arsitektur ATLAS membagi alur transaksi ke dalam tiga fungsi terpisah: tempat perdagangan yang menyediakan akses pasar, pembuat pasar yang menentukan jenis produk, serta market maker yang menyuntikkan likuiditas. Dari pembagian peran ini, kategori produk yang didukung mencakup aset spot, kontrak berjangka perpetual, saham, komoditas, obligasi, hingga instrumen pasar prediksi.
Pengembangan sistem dibagi menjadi dua jalur. Open ATLAS ditujukan bagi aplikasi terdesentralisasi dan pengembang kripto umum, sementara Institutional ATLAS menggunakan mesin serupa dengan aturan kepatuhan yang disesuaikan institusi. CEO LayerZero Bryan Pellegrino menyatakan ATLAS dibangun sebagai backend netral berkinerja tinggi guna menopang beragam aset yang diperdagangkan tanpa henti.
Alokasi 75% Biaya untuk Pembelian dan Pembakaran ZRO
Token ZRO memegang peran utama dalam ekosistem jaringan Zero. Token ini difungsikan untuk menjaga keamanan jaringan, membayar gas fee, serta memberikan hak potongan biaya transaksi bagi bursa mitra. Melalui mekanisme staking ZRO, bursa mitra berhak menerima potongan biaya transaksi antara 20% hingga 65%.
Sisa biaya transaksi setelah potongan dibagi ke dalam dua pos terpisah. Sebanyak 25% dialokasikan kepada pembuat pasar yang merancang produk, sedangkan 75% sisanya dipakai untuk membeli kembali serta membakar (buy and burn) token ZRO dari peredaran pasar.
Kapasitas 200.000 Transaksi per Detik Lewat Zero-Knowledge Proofs
Untuk menopang volume perdagangan lintas produk, jaringan Zero memisahkan eksekusi transaksi dari proses verifikasi menggunakan zero-knowledge proofs (ZKP). Pembuat blok bertugas menjalankan beban komputasi transaksi, sementara validator bertugas memeriksa bukti pembuktiannya. Seluruh aktivitas transaksi di jaringan ini juga disekat ke dalam lingkungan terisolasi yang disebut Zones.
๐ Baca JugaVisa dan Mesh Buka Akses Belanja Kripto di 175 Juta Merchant - Bayar dari Dompet Tanpa Kartu Terpisah
Mesin ATLAS ditempatkan pada Zone tersendiri dengan kapasitas pemrosesan awal mencapai 200.000 transaksi per detik (TPS), dengan peta jalan teknologi menuju 2 juta TPS.
Bagi pelaku pasar maupun pemegang ZRO, peluncuran 30 November menjadi titik pembuktian apakah belasan bursa mitra mampu menyalurkan likuiditas nyata ke mekanisme pembakaran token. Volume transaksi di bursa pihak ketiga itulah yang akan menentukan seberapa besar efek alokasi 75% biaya terhadap pasokan ZRO yang beredar.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




