Diamond Standard (ERC-2535) adalah standar arsitektur smart contract modular di blockchain Ethereum yang memungkinkan satu program besar dipecah menjadi banyak bagian kecil terpisah yang saling terhubung, sehingga pengembang dapat memperbarui fungsi aplikasi secara fleksibel dan mengatasi batasan ukuran penyimpanan kode kontrak tanpa perlu memindahkan data pengguna yang sudah ada.
🔊 Cara baca: dai-men sten-dard i-ar-si dua lima tiga lima
Penjelasan
Bayangkan sebuah gedung bioskop besar yang punya banyak ruangan khusus, seperti loket tiket, studio pemutaran film, dan kantin makanan. Pengelola bioskop bisa merenovasi atau mengganti menu makanan di kantin kapan saja tanpa harus membongkar seluruh gedung bioskop atau mengganggu penonton yang sedang asyik menonton film di dalam studio.
Diamond Standard bekerja persis seperti itu di dunia aplikasi komputer blockchain. Teknologi ini membagi sebuah aplikasi pintar menjadi modul-modul terpisah, sehingga pemilik aplikasi bisa menambah atau memperbaiki fitur tertentu dengan mudah tanpa merusak sistem lain yang sedang berjalan.
Secara teknis, jaringan blockchain seperti Ethereum memiliki aturan batas ukuran maksimal untuk setiap kode smart contract yang diunggah. Ketika pengembang membangun aplikasi terdesentralisasi yang sangat rumit dan kaya fitur, seluruh kode tersebut sering kali tidak muat jika dipaksakan masuk ke dalam satu kontrak tunggal.
Diamond Standard (ERC-2535) memecahkan kendala ini melalui konsep kontrak utama (diamond) dan modul-modul fungsi pendukungnya (facets). Kontrak utama berfungsi sebagai gerbang tunggal yang menerima permintaan pengguna lalu meneruskannya ke modul yang tepat, sementara seluruh data aplikasi tetap tersimpan aman pada satu alamat kontrak yang sama.
Dengan struktur ini, pengembang dapat terus memperbarui, menambah, atau menghapus faset fungsi secara bertahap tanpa batas ukuran, menghemat biaya komputasi jaringan, serta menjaga agar aplikasi tetap terstruktur rapi.
ERC-2535 memanfaatkan opcode delegatecall dan selector fungsi Solidity untuk merutekan panggilan eksternal dari Diamond ke Facet yang relevan, dikelola melalui antarmuka standar DiamondCut untuk mutasi fungsi dan DiamondLoupe untuk introspeksi fungsi aktif, serta menerapkan pola Diamond Storage atau AppStorage pada slot memori tertentu guna mencegah terjadinya tabrakan penyimpanan antar faset.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Diamond Standard merupakan standar teknis arsitektur perangkat lunak dan bukan aset finansial yang diawasi langsung oleh OJK/Bappebti, namun penguasaan standar ini penting bagi para pengembang Web3 di Indonesia untuk membangun ekosistem aplikasi terdesentralisasi skala besar yang aman, hemat biaya gas, dan mudah dirawat.
Contoh
Ibaratkan produksi film layar lebar berskala besar, sutradara tidak mengerjakan tata suara, efek visual komputer, dan rekaman adegan di satu ruangan yang sama, melainkan membaginya ke berbagai departemen khusus yang bekerja terpisah namun tetap terintegrasi ke dalam satu karya film utuh. Diamond Standard menyatukan berbagai modul kode tersebut agar bekerja harmonis di bawah satu identitas aplikasi.
Apa keuntungan utama memakai Diamond Standard?
Keuntungan utamanya adalah menghilangkan batasan ukuran kode smart contract serta memungkinkan pembaruan fitur aplikasi secara bertahap tanpa perlu memindahkan data atau mengganti alamat kontrak utama.
Apa bedanya Diamond Standard dengan proxy contract biasa?
Proxy contract standar umumnya hanya menghubungkan satu kontrak gerbang ke satu kontrak logika, sedangkan Diamond Standard dapat menghubungkan satu kontrak gerbang ke banyak kontrak logika sekaligus secara terorganisasi.
🧠 Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 22 September 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




