Impermanent Gain adalah keuntungan sementara berupa peningkatan nilai portofolio aset kripto yang dialokasikan di dalam kolam likuiditas akibat naiknya harga pasar aset tersebut. Keuntungan ini bersifat belum terealisasi dan masih dapat berubah atau hilang selama aset belum ditarik oleh penyedia likuiditas dari protokol keuangan terdesentralisasi.
๐ Cara baca: im-per-ma-nent geyn
Penjelasan
Bayangkan Anda menaruh emas perhiasan di toko emas milik teman untuk dipajang dan dijual bersama. Ketika harga emas di pasar naik, nilai emas Anda yang dipajang di toko tersebut ikut naik dan membuat Anda terlihat lebih kaya di catatan pembukuan.
Namun, keuntungan ini belum nyata karena emasnya masih dipajang di toko. Jika harga emas turun lagi besok sebelum Anda mengambil emas Anda pulang, keuntungan yang sempat tercatat di pembukuan itu akan susut atau hilang begitu saja.
Dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi), pengguna dapat mengunci sepasang aset kripto mereka ke dalam kolam likuiditas (liquidity pool) untuk membantu transaksi pengguna lain. Ketika harga pasar dari aset-aset tersebut mengalami kenaikan, nilai total portofolio yang ada di dalam kolam tersebut otomatis ikut meningkat.
Meskipun demikian, kenaikan nilai ini disebut sebagai Impermanent Gain karena sifatnya yang belum pasti. Protokol pembuat pasar otomatis (Automated Market Maker atau AMM) akan terus menyesuaikan rasio jumlah kedua aset di dalam kolam seiring pergerakan harga. Keuntungan nyata baru benar-benar terkunci ketika penyedia likuiditas memutuskan untuk menarik seluruh aset mereka keluar dari protokol.
Secara matematis dalam model Constant Product Market Maker (x * y = k), kenaikan harga salah satu aset akan memicu arbitrase yang mengubah rasio jumlah aset di dalam kolam. Meskipun nilai total portofolio penyedia likuiditas meningkat dalam nilai fiat (menghasilkan Impermanent Gain), nilai tersebut sebenarnya tetap mengalami simpangan negatif (Impermanent Loss) jika dibandingkan dengan nilai portofolio jika kedua aset tersebut hanya disimpan secara statis di dompet sejak awal. Oleh karena itu, penyedia likuiditas sangat bergantung pada akumulasi biaya transaksi (trading fees) dan hadiah likuiditas (liquidity rewards) untuk melampaui efek simpangan negatif tersebut agar mendapatkan keuntungan bersih yang sesungguhnya.
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
Di Indonesia, aset kripto berstatus sebagai komoditi yang diperdagangkan dan bukan alat pembayaran yang sah, di mana pengawasannya sedang bertransisi dari Bappebti ke OJK. Meskipun transaksi jual-beli kripto di exchange resmi yang terdaftar sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) dikenai pajak final, aktivitas penyediaan likuiditas DeFi yang menghasilkan Impermanent Gain biasanya dilakukan secara mandiri oleh investor di platform global, sehingga pemantauan nilai portofolio dan pelaporannya memerlukan ketelitian ekstra dari wajib pajak Indonesia.
Contoh
Bayangkan Anda dan rekan Anda membuka kedai buah kelapa muda dengan menyumbang modal masing-masing sebanyak 50 butir kelapa. Ketika sedang musim panas ekstrem, harga kelapa muda di pasar melonjak drastis, sehingga nilai persediaan kelapa di kedai Anda melonjak tinggi secara nominal. Kenaikan nilai kelapa ini adalah contoh keuntungan yang belum permanen; jika Anda tidak segera membubarkan kemitraan dan mengambil bagian Anda selagi harga tinggi, keuntungan tersebut bisa lenyap saat musim hujan tiba dan harga kelapa kembali turun ke tingkat normal.
Apa perbedaan antara Impermanent Gain dan Impermanent Loss?
Impermanent Loss adalah selisih nilai yang timbul saat Anda memasukkan aset ke kolam likuiditas dibandingkan dengan menyimpannya secara pasif di dompet pribadi. Sementara itu, Impermanent Gain merujuk pada kenaikan nilai absolut portofolio di dalam kolam akibat kenaikan harga pasar, meskipun nilai kenaikan tersebut biasanya tetap lebih rendah daripada jika aset hanya disimpan tanpa dimasukkan ke kolam likuiditas.
Kapan Impermanent Gain berubah menjadi keuntungan permanen?
Keuntungan sementara ini akan menjadi keuntungan permanen saat penyedia likuiditas melakukan proses penarikan seluruh aset mereka dari kolam likuiditas ke dompet kripto pribadi. Setelah ditarik, nilai aset tidak akan lagi terpengaruh oleh mekanisme penyeimbangan otomatis protokol DeFi.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




