Ordinals adalah protokol pada jaringan Bitcoin yang memungkinkan pengguna memberikan nomor urut unik pada setiap satoshi, yaitu satuan terkecil Bitcoin. Protokol ini memungkinkan penyisipan data tambahan seperti gambar, teks, atau video langsung ke dalam satoshi tersebut, sehingga menciptakan aset digital unik serupa dengan NFT di jaringan Bitcoin.
๐ Cara baca: or-di-nals
Penjelasan
Bayangkan uang kertas Rupiah yang memiliki nomor seri unik di setiap lembarnya. Ordinals bekerja dengan cara yang mirip di dunia digital. Protokol ini mengambil uang Bitcoin terkecil, lalu menuliskan atau menggambar sesuatu di atasnya, seperti memberi tanda tangan atau coretan gambar unik pada selembar uang kertas.
Karena setiap gambar dicoretkan langsung pada uang Bitcoin tersebut, coretan itu akan menempel selamanya dan tidak bisa dihapus. Hal ini membuat kepingan kecil Bitcoin tersebut menjadi barang koleksi berharga yang bisa diperjualbelikan dengan harga tinggi karena keunikannya.
Secara teknis, satu Bitcoin bisa dibagi menjadi seratus juta bagian terkecil yang disebut satoshi. Protokol Ordinals memberikan nomor urut unik ke setiap satoshi berdasarkan waktu pembuatannya. Proses penomoran ini membuat setiap satoshi memiliki identitas tersendiri yang membedakannya dari satoshi lain.
Setelah diberikan nomor urut, pengguna dapat melakukan proses yang disebut inskripsi (inscription), yaitu memasukkan data tambahan seperti gambar, teks, atau audio ke dalam satoshi tersebut. Karena Bitcoin adalah jaringan yang sangat aman dan terdesentralisasi, data yang dimasukkan ini tersimpan selamanya di dalam blockchain Bitcoin tanpa bergantung pada server pihak ketiga.
Meskipun sering disamakan dengan NFT (Non-Fungible Token) pada jaringan lain seperti Ethereum, Ordinals memiliki perbedaan mendasar. Aset digital Ordinals disimpan langsung secara utuh di dalam blockchain Bitcoin (on-chain), sedangkan kebanyakan NFT tradisional hanya menyimpan tautan yang mengarah ke gambar di server luar.
Ordinals memanfaatkan pemutakhiran SegWit dan Taproot pada protokol Bitcoin untuk memasukkan data ke dalam bagian saksi transaksi (transaction witness). Dengan memanfaatkan batasan ukuran blok Bitcoin yang secara teoretis bisa mencapai 4 megabita, kreator dapat mengunggah file data langsung ke blockchain. Sistem penomoran Ordinals didasarkan pada urutan penambangan satoshi dan urutan transfernya dari input transaksi ke output transaksi, menggunakan prinsip masuk pertama keluar pertama (FIFO).
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
Di Indonesia, aset digital hasil protokol Ordinals dikategorikan sebagai bagian dari aset kripto. Sesuai regulasi dari OJK/Bappebti, aset kripto di Indonesia diperlakukan sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan di exchange resmi yang terdaftar sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK), dan bukan sebagai alat pembayaran yang sah. Selain itu, setiap transaksi jual-beli aset kripto tersebut di platform terdaftar akan dikenai pajak final.
Contoh
Bayangkan kamu memiliki beberapa lembar uang kertas sepuluh ribu rupiah. Di pasar tradisional, kamu pergi ke seorang seniman kaligrafi untuk melukis wajahmu secara langsung di atas salah satu lembar uang sepuluh ribu tersebut. Uang sepuluh ribu rupiah itu sekarang tidak hanya bernilai sepuluh ribu rupiah untuk belanja di warung, melainkan bernilai jauh lebih tinggi bagi para kolektor karena ada lukisan unik yang digambar langsung di atasnya dan tidak bisa dihapus.
Apa perbedaan utama antara Ordinals dan NFT biasa?
Perbedaan utamanya terletak pada lokasi penyimpanan data. Ordinals menyimpan seluruh file gambar atau data langsung di dalam blockchain Bitcoin, sedangkan NFT biasa umumnya hanya menyimpan berkas data di server luar dan hanya memasukkan tautan atau alamat situs webnya ke dalam blockchain.
Apakah Ordinals bisa membuat jaringan Bitcoin menjadi lambat?
Ya, karena memasukkan file gambar atau data lain ke dalam Bitcoin membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih besar dibanding transaksi kirim uang biasa. Hal ini dapat menyebabkan antrean transaksi menumpuk dan membuat biaya transaksi di jaringan Bitcoin menjadi lebih mahal saat aktivitas sedang ramai.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 29 Agustus 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




