📅 Selasa, 21 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Pemegang $54 Miliar Bitcoin Tolak Keras BIP-110 - Saylor Sebut Aturan Baru Bisa Memecah Jaringan

Pemegang $54 Miliar Bitcoin Tolak Keras BIP-110 - Saylor Sebut Aturan Baru Bisa Memecah Jaringan

📚 Istilah di Artikel Ini:

Ketua Eksekutif Strategy Michael Saylor menerbitkan analisis 3.700 kata di platform X pada hari Minggu untuk menentang BIP-110 - proposal yang dirancang untuk membatasi transaksi non-moneter di jaringan Bitcoin.

Tulisan bertajuk ‘110 reasons BIP-110 is a bad idea’ itu langsung menarik 879.000 tayangan, 692 balasan, dan 852 retweet pada pukul 12 siang waktu ET. Suara Saylor bukan opini biasa dalam perdebatan ini. Perusahaannya memegang 843.775 BTC senilai $54,31 miliar, yang menjadikannya pemilik Bitcoin korporasi publik terbesar di dunia.

“Obat yang diusulkan lebih berbahaya dari kondisinya,” tulis Saylor. Ia memperingatkan bahwa BIP-110 akan mempersempit aktivitas yang sah dan mendirikan preseden aturan yang tak bisa ditarik kembali di kemudian hari.

Jaringan Tak Mengenal Niat

Developer bernama samaran ‘Dathon Ohm’ pertama kali mengajukan BIP-110 pada Desember 2025. Targetnya adalah menyaring Ordinals dan inskripsi - data non-keuangan yang menumpang di jaringan. Namun Saylor melihat cacat logika mendasar pada ide ini: Bitcoin tidak bisa membaca niat penggunanya. Jaringan sama sekali tidak tahu apakah sekumpulan byte itu mewakili gambar, bukti kriptografis, kontrak cerdas, atau sekadar metadata.

Ketimbang mengubah aturan konsensus yang berisiko fatal, Saylor menawarkan jalan keluar yang bertumpu pada mekanisme pasar. Ia menyarankan komunitas mengandalkan kebijakan relay individual pada tiap node dan membiarkan biaya transaksi menyeleksi beban yang masuk ke jaringan.

Mengapa Ambang 55% Berbahaya

Bagian paling disorot dari penolakan Saylor ada pada syarat aktivasi BIP-110. Proposal ini memangkas ambang persetujuan penambang dari standar 95% menjadi hanya 55%. Saylor mengingatkan bahwa pelonggaran ini membuka celah lebar bagi kelompok dengan modal sedikit di atas separuh jaringan untuk memaksakan aturan, yang ujungnya memicu perpecahan rantai Bitcoin.

Di lapangan, penambang tampaknya sejalan dengan kekhawatiran itu. Angka dukungan aktual saat ini membuktikan keengganan pasar, dengan hanya 1% blok dari periode terakhir yang menyorongkan persetujuan. Di tingkat tokoh, CEO Blockstream Adam Back menolak tegas ide ini, berhadap-hadapan langsung dengan pendiri kolam penambangan Ocean Luke Dashjr yang berdiri di barisan pendukung.

📌 Baca JugaStrategy Kumpulkan Kas $3,2 Miliar Lewat Penjualan Saham - Tapi Sudah Dua Minggu Berhenti Beli Bitcoin

Debat panas ini terjadi di saat aktivitas Ordinals justru mendekati titik terendah sepanjang sejarahnya. Volume transaksi inskripsi kini merosot di bawah 10.000 per hari, berbanding terbalik dengan masa puncak pada Agustus 2023 yang menembus lebih dari 400.000 transaksi harian. Komunitas berdebat keras untuk satu isu yang angkanya perlahan memudar.

“Bitcoin tidak butuh penjaga kemurnian. Bitcoin butuh penjaga netralitas,” tutup Saylor dalam tulisannya. Angka 1% dukungan hari ini menunjukkan bahwa mayoritas penambang sepertinya masih memegang prinsip netralitas itu.

Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share