Undercollateralized Loan adalah pinjaman aset kripto dengan nilai jaminan lebih rendah daripada jumlah dana yang dipinjam. Konsep ini memungkinkan peminjam memperoleh modal lebih besar tanpa harus menyediakan kolateral bernilai tinggi, memanfaatkan mekanisme penilaian risiko berbasis reputasi, skor kredit digital, atau kontrak pintar khusus untuk meminimalkan risiko gagal bayar.
๐ Cara baca: an-der-ko-la-te-ra-lais loun
Penjelasan
Bayangkan kamu ingin menyewa sepeda motor untuk bekerja. Biasanya, tempat penyewaan meminta kamu meninggalkan uang jaminan senilai harga motor itu sebagai jaminan kalau kamu kabur. Namun, di bawah sistem ini, kamu hanya perlu memberikan jaminan kecil, misalnya seharga helmnya saja, tetapi tetap bisa membawa pulang motor tersebut.
Dalam dunia kripto, ini berarti kamu bisa meminjam uang dengan jaminan yang nilainya jauh lebih murah dibanding uang yang kamu bawa pulang. Hal ini berbeda dengan pinjaman kripto biasa yang umumnya meminta jaminan jauh lebih mahal daripada nilai pinjamannya.
Di ekosistem keuangan tradisional, kita mengenal pinjaman tanpa agunan seperti kartu kredit atau Kredit Tanpa Agunan (KTA). Bank berani memberikan pinjaman ini karena mereka tahu identitas, riwayat pekerjaan, dan skor kredit kita. Di dunia kripto yang serba anonim, hal ini sangat sulit dilakukan karena siapa saja bisa kabur tanpa membayar kembali pinjamannya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, proyek decentralized finance (DeFi) mengembangkan konsep Undercollateralized Loan. Alih-alih mengandalkan identitas asli, sistem ini menggunakan teknologi seperti identitas digital terdesentralisasi, reputasi on-chain, atau kerja sama dengan pihak ketiga yang menilai kelayakan kredit peminjam sebelum dana dicairkan.
Selain itu, ada juga jenis pinjaman kilat (flash loan) yang tidak butuh jaminan sama sekali karena proses peminjaman dan pelunasan harus terjadi dalam satu transaksi blockchain yang sama. Jika peminjam tidak melunasi dalam beberapa detik, seluruh transaksi otomatis batal seolah-olah tidak pernah terjadi.
Secara teknis, implementasi undercollateralized loan di DeFi sering melibatkan integrasi oracle data off-chain untuk menilai kelayakan kredit peminjam tanpa mengungkap identitas asli mereka. Beberapa protokol memanfaatkan sistem whitelist untuk institusi terpercaya atau memanfaatkan smart contract khusus yang mengunci dana pinjaman agar hanya bisa digunakan untuk strategi yield farming tertentu, sehingga peminjam tidak bisa mentransfer dana tersebut ke dompet pribadi mereka.
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
Di Indonesia, konsep ini sangat mirip dengan layanan Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau paylater yang diawasi oleh OJK/Bappebti di sektor keuangan konvensional. Di ranah kripto domestik, exchange terdaftar yang berstatus Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) belum menyediakan layanan pinjaman seperti ini karena regulasi lokal masih membatasi aktivitas transaksi pada perdagangan spot fisik aset komoditi kripto, bukan aktivitas simpan-pinjam leverage.
Contoh
Bayangkan kamu adalah sopir taksi online yang ingin menyewa mobil untuk menarik penumpang, tetapi tidak punya cukup uang untuk jaminan penuh. Perusahaan taksi memperbolehkan kamu menyewa mobil dengan jaminan kecil karena mereka tahu mobil itu hanya bisa kamu gunakan untuk aplikasi taksi mereka, dan setiap penghasilan harianmu akan dipotong otomatis untuk melunasi biaya sewa mobil tersebut.
Apa perbedaan undercollateralized loan dengan overcollateralized loan?
Overcollateralized loan mengharuskan jaminan yang nilainya lebih besar dari pinjaman (misalnya jaminan 150 persen untuk meminjam 100 persen), sedangkan undercollateralized loan memungkinkan nilai jaminan lebih kecil dari nilai dana yang dipinjam.
Bagaimana cara protokol DeFi mencegah peminjam kabur?
Protokol DeFi menggunakan kombinasi identitas digital terdesentralisasi (DID), skor kredit berbasis riwayat transaksi blockchain, atau membatasi penggunaan dana pinjaman hanya di dalam ekosistem smart contract tertentu yang bisa diawasi.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




