📂 Bagian dari: Jenis-Jenis Token
Wrapped Token adalah aset kripto yang nilainya dipatok sama persis dengan aset kripto lain dari jaringan blockchain berbeda agar bisa digunakan di luar jaringan aslinya. Token ini dibuat dengan mengunci aset asli di sebuah sistem penjamin dan menerbitkan token baru yang nilainya setara di jaringan tujuan.
🔊 Cara baca: rep to-ken
Penjelasan
Bayangkan kamu sedang berlibur di sebuah taman bermain raksasa. Kamu tidak bisa menggunakan uang tunai rupiah biasa untuk naik komidi putar karena pengelola taman bermain hanya menerima koin khusus milik mereka. Untuk mengatasinya, kamu menitipkan uang rupiahmu di loket depan dan ditukar dengan koin khusus bernilai sama.
Ketika kamu selesai bermain dan ingin pulang, kamu tinggal mengembalikan koin tersebut ke loket untuk mendapatkan kembali uang rupiah aslimu. Wrapped token bekerja dengan cara serupa, memungkinkan uang kripto dari satu jaringan dipakai belanja di jaringan lain yang berbeda aturan.
Secara teknis, blockchain yang berbeda (seperti Bitcoin dan Ethereum) tidak bisa saling berkomunikasi secara langsung karena memiliki bahasa pemrograman dan aturan yang berbeda. Oleh karena itu, Bitcoin biasa tidak dapat langsung ditransaksikan di dalam jaringan pintar Ethereum.
Di sinilah wrapped token berperan sebagai jembatan. Aset asli dikunci oleh pihak ketiga terpercaya atau melalui kontrak pintar (smart contract), lalu token baru dengan nilai yang sama diterbitkan di jaringan tujuan. Contoh paling populer adalah Wrapped Bitcoin (WBTC), yaitu token di jaringan Ethereum yang nilainya selalu sama dengan satu Bitcoin asli.
Proses pembuatan wrapped token melibatkan dua aktivitas utama, yaitu minting (mencetak) dan burning (membakar). Ketika pengguna ingin menukar aset asli ke wrapped token, kustodian terpercaya akan menerima aset tersebut lalu mencetak token baru di jaringan tujuan melalui smart contract. Sebaliknya, saat pengguna ingin menarik kembali aset aslinya, wrapped token di jaringan tujuan akan dibakar atau dihancurkan secara permanen untuk melepaskan aset asli dari penguncian.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Di Indonesia, penggunaan wrapped token membantu pelaku pasar kripto memindahkan likuiditas antar-blockchain secara praktis. Dari sisi aturan hukum, instrumen ini dikategorikan sebagai komoditi perdagangan dan bukan alat pembayaran sah karena hanya Rupiah yang diakui secara resmi berdasarkan undang-undang. Selain itu, transaksi jual-beli wrapped token pada exchange terdaftar yang diawasi oleh OJK/Bappebti akan dikenai pajak final.
Contoh
Bayangkan kamu sedang pergi berlibur ke luar negeri dan membawa uang rupiah. Karena toko-toko di sana tidak menerima rupiah, kamu menukarkan uangmu dengan cek perjalanan (traveler’s check) yang dijamin oleh bank lokal setempat. Cek tersebut bisa kamu gunakan dengan mudah untuk bertransaksi selama liburan karena memiliki fungsi dan nilai yang setara dengan uang tunai yang kamu titipkan di bank asal.
Apa perbedaan antara Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Bitcoin biasa (BTC)?
Bitcoin biasa berjalan di jaringan aslinya sendiri dan tidak bisa berinteraksi dengan aplikasi keuangan di Ethereum. Sementara WBTC adalah Bitcoin yang dibungkus agar bisa digunakan untuk bertransaksi, meminjam, atau meminjamkan aset di jaringan Ethereum dengan nilai yang tetap sama dengan Bitcoin asli.
Apakah wrapped token aman untuk digunakan?
Keamanannya sangat tergantung pada pihak yang menyimpan aset asli Anda. Jika penjaga atau kontrak pintar yang mengunci aset asli mengalami peretasan, nilai wrapped token yang Anda pegang di jaringan lain bisa kehilangan penjaminnya dan harganya terancam jatuh bebas.
🧠 Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




