Pengadilan Banding Sirkuit ke-10 Amerika Serikat (10th U.S. Circuit Court of Appeals) resmi menjatuhkan putusan yang menolak permohonan perintah darurat dari Kalshi terhadap negara bagian Utah. Keputusan peradilan federal itu sekaligus mengakhiri perlindungan sementara bagi operator pasar prediksi itu dari jangkauan hukum pemerintah daerah, setidaknya selama gugatan substantif utama masih bergulir di pengadilan.
Langkah tingkat banding langsung memberi kepastian wewenang kepada Jaksa Agung Utah Derek Brown. Tanpa perintah penahanan yang mengikat, aparat penegak hukum negara bagian kini punya landasan untuk menegakkan undang-undang anti-perjudian lokal. Bidikan utamanya berfokus pada kontrak prediksi olahraga yang beroperasi di wilayah mereka, dan penindakan bisa dilakukan di tengah proses banding yang belum selesai.
Bagi Kalshi, penolakan sirkuit ke-10 membawa konsekuensi hukum langsung di lapangan. Status operasional platform itu kini terbuka dari jerat aturan di negara bagian. Perlindungan sementara yang hilang membuat perusahaan rentan menghadapi tuntutan hukum baru, baik dalam bentuk perdata dari pihak terkait maupun tuntutan pidana murni dari otoritas Utah.
Kenapa Izin Federal Tidak Melindungi
Gugatan bermula ketika otoritas Utah mengambil langkah aktif memperketat syarat operasional bagi berbagai pasar prediksi di dalam yurisdiksinya. Mendapati pasarnya dibatasi, Kalshi merespons dengan melayangkan gugatan perlawanan kepada negara bagian.
Argumen utama Kalshi di pengadilan bertumpu pada posisinya sebagai bursa yang telah diakui dan terdaftar resmi di Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Pengacara perusahaan berpendapat bahwa status regulasi dari pengawas perdagangan berjangka tingkat federal seharusnya membebaskan operasional mereka dari jangkauan aturan perjudian lokal buatan Utah.
Tapi argumentasi Kalshi ditolak ketika kasus diperiksa di pengadilan awal. Hakim Distrik Amerika Serikat Robert Shelby pada persidangan Agustus lalu memutuskan sebaliknya. Hakim melihat hukum derivatif tingkat federal tidak memiliki kekuatan untuk menghalangi niat Utah dalam menegakkan aturannya sendiri. Putusan Shelby menegaskan bahwa negara bagian tetap berhak memaksakan larangan pada model bisnis taruhan proposisi (proposition betting) yang bertumpu pada peristiwa olahraga.
๐ Baca JugaKota Pertama yang Larang Bitcoin Siapkan Pukulan Kedua - Kini Tambang Kripto dan Pusat Data AI Terancam Aturan 300 kW
Batas Otonomi Negara Bagian
Kegagalan Kalshi menahan otoritas Utah membuktikan batas tegas antara perizinan federal dan aturan undang-undang lokal. Ketika sebuah produk pasar prediksi masuk ke definisi perjudian di tingkat wilayah, registrasi dari instansi nasional setingkat CFTC terbukti tidak bisa dipakai sebagai izin bebas beroperasi.
Bagi penyedia kontrak taruhan olahraga lain, putusan sirkuit ke-10 ini membawa peringatan. Aturan anti-perjudian lokal punya kapasitas untuk menindak penyelenggara platform hingga ke tahap pidana, walau mereka membawa izin operasi dari pemerintah federal.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Australia Cabut 45 Izin Kripto Setahun - Satu Bursa Berujung Jadi Sarang Sindikat Penipuan
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




