Pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi sedang naik daun - orang bisa bertaruh pada hasil pemilu, data ekonomi, hingga peristiwa geopolitik. Tapi ledakan popularitas itu memunculkan sisi gelap yang membuat raksasa keuangan gelisah: bagaimana jika karyawan yang memegang informasi rahasia diam-diam menjadikannya uang di meja taruhan? Goldman Sachs kini menjawabnya dengan larangan tegas.
Bank Pertama yang Menutup Celah
Seperti dilaporkan CNBC, Goldman Sachs melarang karyawannya berdagang kontrak pasar prediksi yang berkaitan dengan bank itu sendiri, pemilu, pasar keuangan, data makroekonomi, dan geopolitik. Langkah ini menjadikan Goldman salah satu perusahaan besar pertama yang memberlakukan aturan eksplisit soal pasar prediksi - saat banyak perusahaan lain masih bingung apakah aturan perdagangan orang dalam yang lama sudah cukup.
Para pakar hukum menjelaskan mengapa pasar prediksi menciptakan risiko baru: kontraknya bisa mencakup begitu banyak jenis peristiwa korporat, ekonomi, dan politik, sehingga karyawan dengan informasi rahasia punya lebih banyak jalan untuk meraup untung. Karen Woody, guru besar hukum, menyebut jumlah kontrak yang terus membengkak membuat perusahaan sulit mengawasi setiap celah penyalahgunaan informasi.
Satu Kasus yang Mengubah Segalanya
Kegelisahan ini memuncak setelah otoritas AS membawa kasus yang disebut CNBC sebagai perkara perdagangan orang dalam pertama yang melibatkan perusahaan swasta dan pasar prediksi. Pada Mei, CFTC dan Departemen Kehakiman mendakwa seorang karyawan Google, Michele Spagnuolo, yang diduga memakai informasi rahasia soal daftar “Year in Search” untuk berdagang di Polymarket - dengan dugaan keuntungan sekitar 1,2 juta dolar AS atau setara Rp19,5 miliar.
Efek dominonya terasa. Dari 50 perusahaan yang dihubungi CNBC, hanya tiga yang sudah punya kebijakan pasar prediksi. JPMorgan mengimbau karyawan berhati-hati, Morgan Stanley mengonfirmasi punya aturan terkait dalam kode etiknya, dan Bank of America tengah memperbarui panduan internalnya.
📌 Baca JugaRegulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit
Sinyal Besar di Balik Aturan Internal
Larangan Goldman datang bersamaan dengan tekanan hukum yang mengepung pasar prediksi di AS - mulai dari Google yang melarang ekstensi peramban untuk transaksi taruhan uang nyata, upaya Kongres memasukkan kontrak prediksi ke larangan perdagangan saham anggota dewan, hingga perang regulasi antara CFTC dan sejumlah negara bagian. Ketika bank sekelas Goldman merasa perlu memasang pagar sendiri, itu pertanda pasar prediksi sudah cukup besar untuk tak lagi bisa diabaikan siapa pun.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




