Startup bernama Gondor resmi meluncurkan V1, produk margin akun berbasis portofolio yang memungkinkan trader Polymarket meminjam dana dengan jaminan seluruh portofolio prediksi pasar mereka - bukan lagi hanya satu posisi tunggal. Akses privat dijadwalkan mulai pekan depan, sementara peluncuran publik dibidik pada September.
Perubahan ini terdengar teknis, tapi dampaknya besar bagi siapa pun yang berdagang di pasar prediksi. Selama ini, meminjam untuk memperbesar taruhan di Polymarket adalah urusan yang mahal dan penuh batasan. V1 mencoba membongkar hambatan itu.
Kenapa Model Lama Bikin Pinjaman Mahal
Selama tujuh bulan masa closed beta, Gondor menyaring lebih dari 150.000 pengguna yang masuk daftar tunggu dan memilih 1.000 trader Polymarket paling aktif untuk ikut menguji. Dari situ terlihat jelas kelemahan model lama.
Pada beta awal, peminjam memakai model lending terisolasi per posisi. Masalahnya, pasar prediksi bersifat biner - satu posisi bisa kehilangan hampir seluruh nilainya sebelum sempat dilikuidasi. Risiko itu membuat pemberi pinjaman ketar-ketir: mereka mengenakan bunga lebih tinggi, memasang syarat lebih ketat, membatasi pinjaman hanya ke pasar paling likuid, dan kadang terpaksa menutup pinjaman sebelum pasar prediksi terkait selesai.
Cross-Margin: Untung di Satu Sisi Menutup Rugi di Sisi Lain
V1 mengatasinya lewat sistem cross-margin. Alih-alih menilai tiap posisi sendiri-sendiri, sistem ini menghitung seluruh portofolio sebagai satu kesatuan - keuntungan di satu posisi bisa menutup kerugian di posisi lain. Gondor menyamakannya dengan cara prime broker tradisional memberi kredit berdasarkan portofolio investor secara keseluruhan, bukan menilai aset satu per satu.
📌 Baca JugaUniswap Cetak Fee Terbesar di Seluruh Kripto dalam Sehari - Rahasianya Ada di Chain Baru Robinhood yang Baru Umur 8 Hari
Menurut Gondor, struktur ini memungkinkan kapasitas pinjaman lebih besar sekaligus biaya pembiayaan lebih rendah, mendukung lebih banyak variasi pasar prediksi, dan membiarkan trader menahan posisi terbuka sampai pasar benar-benar resolve alih-alih dipaksa tutup lebih awal. Perusahaan juga menegaskan tidak memegang kustodi aset pengguna dalam produk ini. Strategi lending ini sendiri sudah dirintis Gondor sejak putaran pendanaan angel pada Agustus 2025 yang dipimpin Maven11 Capital, dengan partisipasi investor terkait Polymesh, Rhino.fi, Futuur, dan Salt.
Yang Masih Menggantung
Meski janjinya menggiurkan, sejumlah detail paling penting justru belum dibuka menjelang peluncuran akses privat: berapa suku bunga pinjamannya, seperti apa syarat kolateralnya, dan di titik mana likuidasi dipicu. Bagi trader yang berencana memakai leverage di pasar prediksi, angka-angka itulah yang akan menentukan apakah V1 benar-benar lebih murah - atau sekadar terdengar begitu di atas kertas.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




