Pelaku peretasan Drift Protocol akhirnya mulai menggerakkan hasil curiannya. Pada 24 Juli 2026, dompet sang peretas mendepositkan 23.095 ETH atau setara $44,4 juta ke protokol pencampur Tornado Cash. Transaksi on-chain ini menandai langkah konkret pertama dari pelaku untuk mencairkan sebagian jarahan, yang total awalnya menyentuh angka $285 juta pada saat insiden eksploitasi terjadi.
Menurut pemantauan dari akun analitik @lookonchain di X, pengiriman puluhan ribu ETH ini mengonfirmasi strategi pelaku untuk mencuci uang secara bertahap. Lewat Tornado Cash, jejak asal usul koin itu akan diaduk dan diputus dari dompet aslinya sehingga menyulitkan pelacakan lebih lanjut. Pencucian dana tahap pertama ini memperlihatkan bahwa peretas lebih memilih menarik uangnya perlahan ketimbang membuang seluruh aset ke pasar dalam satu waktu.
Sebagian Besar Uang Korban Belum Beranjak
Meski langkah pencucian uang sudah dimulai, peretas baru menggeser sebagian kecil dari total aset curiannya. Data pelacakan menunjukkan dompet utama eksploiter ini masih menahan saldo sebesar 107.165 ETH. Aset digital senilai $201 juta itu menggantung di dompet pelaku tanpa ada tanda-tanda akan segera dipindahkan.
Keputusan pelaku menahan mayoritas hasil curian ini membuat proses pelacakan semakin panjang. Dengan dana $201 juta yang masih terpampang di blockchain, pelacak keamanan on-chain terus mengawasi setiap pergerakan dari dompet itu. Manuver pencairan perdana $44 juta ini menjadi uji coba pelaku untuk melihat apakah jalur keluar yang dia gunakan cukup aman dari pemblokiran bursa terpusat.
📌 Baca JugaHarga DEXE Anjlok 96 Persen dalam 11 Hari - Namun Posisi Jualnya Diduga Dieksekusi Sebelum Token Bergerak
Cuci Uang Saat Detektif Utama Mundur
Kabar pergerakan puluhan ribu ETH ke mesin cuci kripto ini datang pada momen yang rentan bagi kelanjutan investigasi. Manuver pencairan ini berjalan bersamaan dengan laporan sebelumnya bahwa detektif utama yang selama ini memimpin penyelidikan kasus eksploitasi Drift Protocol telah memutuskan untuk mundur dari posisinya.
Kekosongan pengawasan ini membuka peluang pelaku untuk mencuci uang dengan lebih mudah. Tanpa komando dari penyelidik utama, upaya mengoordinasikan pelacakan jejak koin yang keluar dari Tornado Cash bisa menemui jalan buntu. Sisa jarahan $201 juta itu kini tinggal menunggu giliran untuk dicuci tahap demi tahap, sementara nasib akhir uang para korban menjadi semakin tidak pasti. Dilansir dari @lookonchain di X.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




