Indeks sentimen Bitcoin yang dipantau oleh analis CryptoQuant bernama Darkfost mencatat level tertingginya dalam enam bulan terakhir. Angka indikator ini sempat melampaui 89 dari skala 100. Peringkat ini merupakan rekor tertinggi sejak Maret 2024 dan resmi masuk ke dalam wilayah keserakahan ekstrem (extreme greed).
Sebagai alat perbandingan, pengukur pasar lain menunjukkan sentimen positif namun tidak sampai pada level ekstrem. Fear and Greed Index dari Alternative.me menunjukkan angka 63 atau masuk zona greed saat laporan awal dipublikasikan. Angka ini mewakili pendinginan ringan dari level 73 pada sepekan sebelumnya, meski tetap naik tajam jika dibandingkan dengan posisi bulan lalu yang hanya berada di angka 29.
Kenapa Angka 89 Menjadi Sinyal Bahaya
Pembacaan sentimen setinggi 89 tidak selalu sejalan dengan arah harga. Darkfost mengingatkan bahwa angka ekstrem semacam ini memiliki kecenderungan kuat untuk muncul persis di sekitar titik balik pasar. Tingginya sentimen ini justru bertindak sebagai sinyal risiko, alih-alih menjadi konfirmasi valid untuk kelanjutan tren kenaikan harga.
Modal Institusi Justru Mengalir Keluar
Peringatan risiko dari indikator sentimen bertepatan dengan data nyata pergerakan modal di bursa saham. Saat sentimen ritel memanas, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat justru mencatat aliran dana keluar (outflow) bersih senilai $462,7 juta. Penarikan ratusan juta dolar ini terjadi dalam empat sesi perdagangan antara tanggal 8 hingga 11 September, tepat pada pekan perdagangan setelah libur Labor Day 7 September.
Aliran keluar beruntun selama empat hari memutus momentum uang masuk yang terbangun sebelumnya. Tiga pekan sebelumnya, termasuk pekan yang berakhir pada 7 September, produk ETF Bitcoin konsisten membukukan aliran dana masuk (inflow) sekitar $3,8 miliar. Melihat kontras angka yang tajam ini, analis pasar Ko menyatakan bahwa ia membutuhkan bukti kelanjutan tren inflow baru sebelum berani menyimpulkan adanya akumulasi dari pihak institusi.
Inflasi Bertahan Jelang Rapat Fed
Pergerakan aset kripto minggu ini harus menghadapi tantangan dari rilis data ekonomi Amerika Serikat. Laporan inflasi untuk bulan Agustus menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 3,4% year-on-year (yoy). Angka ini bertahan sama persis dengan perolehan bulan Juli. Di sisi lain, komponen CPI inti mencatat kenaikan 0,3% month-on-month (mom) dan bertumbuh 2,4% yoy.
๐ Baca JugaInflasi Inti AS Lebih Panas dari Ekspektasi - Bukannya Tertekan, Kripto Malah Berbalik Arah Dekati $2,7 Triliun
Rincian data ekonomi yang menolak turun ini menambah beban Federal Reserve yang dijadwalkan menggelar rapat penentuan kebijakan pada 15-16 September. Keputusan suku bunga bank sentral Amerika masih menjadi tanda tanya. Kombinasi sentimen ritel di zona ekstrem, arus uang keluar dari ETF, dan inflasi yang terus bertahan di atas target menciptakan deretan sinyal campuran. Data on-chain maupun makro kali ini mengisyaratkan perlunya tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi bagi para pelaku pasar.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




