Sindikat peretas asal Korea Utara, Lazarus Group, memindahkan 244,148 BTC senilai $19,42 juta pada 28 Agustus 2026. Laporan dari pelacak on-chain Lookonchain mencatat transaksi ini dieksekusi saat Bitcoin diperdagangkan pada level harga $79.500. Manuver ini merupakan pergerakan besar kedua bulan ini, menyusul pemindahan 262,2 BTC senilai $16,64 juta ke alamat baru pada 12 Agustus lalu.
Total pergerakan kelompok peretas ini selama bulan Agustus menembus $36 juta Bitcoin. Belum ada kepastian apakah dua gelombang pencairan dana ditarik dari sumber saldo yang sama. Titik akhir transfer terbaru ini juga masih kabur, tanpa indikasi jelas apakah koin dikirim ke bursa publik, protokol mixer, atau sekadar berputar di jaringan dompet lain yang dikontrol grup peretas.
Bergerak di Tengah Injungsi Pengadilan
Perputaran dana puluhan juta dolar terjadi tepat saat proses peradilan sedang berjalan. Tiga minggu sebelumnya, bursa kripto Bybit resmi melayangkan gugatan terhadap Korea Utara dan Lazarus Group di pengadilan federal Washington D.C. pada 7 Agustus. Tuntutan difokuskan pada upaya pemulihan aset senilai $1,5 miliar yang raib diretas.
Kasus Bybit berakar dari insiden eksploitasi pada Februari 2025. Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengaitkan serangan itu dengan operasi peretas Korea Utara yang menyandang nama sandi ‘TraderTraitor’.
Langkah hukum Bybit langsung mendapat penetapan pengadilan. Hakim federal merilis injungsi sementara yang memblokir semua transfer aset terkait pencurian di Bybit. Meski blokir formal sudah terbit dari otoritas hukum Amerika Serikat, Lookonchain dan lembaga analisis lain belum menemukan kaitan langsung antara perpindahan $36 juta Bitcoin bulan ini dengan kasus Bybit.
Laporan Curian Terus Naik
Volume curian yang dikuasai peretas asal Korea Utara terus menunjukkan tren naik. Data Chainalysis memperkirakan mereka merampas tidak kurang dari $2,02 miliar kripto sepanjang tahun 2025, rekor yang naik 51% dibandingkan nilai pencurian tahun sebelumnya.
๐ Baca JugaPolisi Inggris Sita 20,21 BTC Jejak Darknet - Tersangkanya Meninggal Sebelum Aset Dirampas
Rekam jejak mereka berlanjut tajam tahun ini. Pada April 2026, kelompok yang sama menguras 116.500 rsETH senilai $292 juta lewat eksploitasi pada jembatan jaringan LayerZero milik protokol KelpDAO.
Bagi industri keamanan kripto, lalu lintas aset yang tetap melenggang santai di tengah injungsi ini memperlihatkan batas nyata sistem hukum. Ketika perintah pengadilan hanya terbit dalam bentuk dokumen cetak, penegakannya selalu tertinggal satu langkah dari kode kriptografi yang memindahkan uang lintas benua tanpa meminta izin siapa pun.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




