Kepolisian Avon and Somerset di Inggris menyita 20,21 BTC beserta sejumlah aset kripto lain dan uang tunai di bank senilai total $1,4 juta atau setara ยฃ1.032.487. Temuan aset tersebut dilacak kembali ke perputaran uang di jaringan darknet marketplace yang beroperasi aktif antara tahun 2016 hingga 2019.
Pemilik dompet yang diselidiki pihak berwenang diketahui memiliki catatan kriminal pencucian uang. Namun, pria yang menjadi tersangka utama ini meninggal dunia sebelum aparat penegak hukum sempat menuntaskan proses perampasan aset di mata hukum.
Penyelamatan aset digital dari tersangka yang sudah meninggal ini tertolong oleh kewenangan baru yang berlaku per April 2024. Aturan hukum Inggris kini membolehkan kepolisian membekukan sekaligus menyita aset kripto tanpa harus menangkap tersangkanya lebih dulu. Peristiwa penarikan 20,21 BTC ini dicatat sebagai penyitaan kripto terbesar bagi Avon and Somerset Police sejak regulasi itu berlaku penuh.
Jejak Forensik Membedah Masa Lalu
Tim siber internal kepolisian melacak pergerakan aset sitaan dengan membaca arah transaksi di jaringan blockchain. Rekam jejak di buku besar publik menuntun aparat langsung ke nama-nama tenar di era darknet yang sudah runtuh.
AlphaBay, marketplace terbesar di masa itu, digerebek dan disita penegak hukum pada bulan Juli 2017. Tepat pada hari yang sama, kepolisian Belanda mengambil alih Hansa lalu menutupnya permanen. Operasi beruntun ini menyusutkan ruang gerak pelaku sebelum platform seperti Dream Market ikut gulung tikar pada April 2019.
Pembongkaran kasus lawas ini menjadi bukti bahwa sistem forensik blockchain sanggup membedah transaksi yang usianya nyaris menyentuh satu dekade. Valuasi tumpukan Bitcoin yang diamankan saat ini juga telah naik menembus angka $1,6 juta, melampaui nilai taksiran awal kepolisian pada momen penyitaan.
Buku Besar yang Berbalik Arah
Detective Constable Anthony Davis menegaskan kedudukan teknologi blockchain sebagai sumber bukti yang berharga bagi kepolisian karena sistem rekam jejak transaksinya bersifat permanen.
๐ Baca JugaGoogle Pangkas Galat Kuantum 40 Kali Lipat - Enkripsi Bitcoin Kini Butuh Kurang dari 500.000 Qubit
Lewat penerapan aturan dari skema Proceeds of Crime Act, uang hasil sitaan dari dunia bawah tanah disalurkan kembali untuk mendanai program komunitas lokal sekaligus membiayai operasional kepolisian setempat.
Aset yang bermula dari transaksi gelap di masa lalu kini memutar roda operasi keamanan masyarakat sipil, memastikan jejak pelaku tak ikut terkubur meski pemiliknya sudah tiada.
Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




