Protokol pembuat pasar otomatis (AMM) Aquifer di ekosistem Solana baru saja kehilangan sekitar $2,5 juta akibat sebuah eksploitasi. Serangan yang terdeteksi pada 31 Agustus lalu itu mengosongkan hampir seluruh likuiditas platform yang sehari-harinya bertindak sebagai prop AMM untuk memfasilitasi swap token. Sebelum dompet pelaku menguras aset di dalamnya, data DefiLlama mencatat total nilai terkunci (TVL) jaringan Aquifer berada di kisaran $2,8 juta.
Alih-alih langsung memproses pelaku lewat jalur hukum, pihak Aquifer merespons insiden dengan menyodorkan tawaran negosiasi damai. Tim pengembang membuka skema “whitehat bounty”, memberi kesempatan peretas untuk tetap menyimpan 20% dari total aset yang dicuri. Syaratnya jelas: minimal 80% sisa dana harus sudah dikembalikan utuh sebelum tanggal 3 September pukul 14:00 UTC.
Jika tenggat dan kesepakatan pengembalian dipenuhi, pihak protokol berjanji tidak akan mengajukan gugatan perdata di pengadilan. Meski begitu, tim Aquifer menegaskan bahwa tawaran kekebalan perdata dari mereka sama sekali tidak mengikat aparat penegak hukum atau regulator resmi untuk tidak melakukan investigasi kriminal.
Titik Lemah yang Belum Terjawab
Hingga tawaran bounty dirilis, belum ada laporan post-mortem teknis resmi dari pengembang Aquifer yang menjelaskan bagaimana pertahanan protokol mereka bisa ditembus. Publik dan komunitas DeFi masih belum tahu apakah celah eksploitasi bersumber dari kerentanan dalam kode smart contract, kompromi kunci privat (private key) pengguna, atau akibat peretasan kredensial admin sistem.
Lembaga pemantauan keamanan blockchain Defimon, yang pertama kali melaporkan serangan itu pada akhir bulan, telah membeberkan jejak alamat pelaku. Mereka mengidentifikasi dua alamat dompet utama yang dipakai untuk memindahkan dana, yakni 7fTe9pvrwXJRBHq9MaSyVPR4PgEuhqLiA93Dxf4gRk7J di jaringan Solana dan 0x2Dfe9e969796e2797278b02761dd9Ad6aE922746 di jaringan Ethereum.
Bukan Target Pertama di Solana
Pembobolan Aquifer menambah panjang daftar eksploitasi yang menargetkan proyek-proyek ekosistem Solana di sepanjang tahun 2026. Dua bulan lalu, pada bulan Juni, bursa terdesentralisasi (DEX) Raydium juga kehilangan dana $1,3 juta dari pool AMM lama mereka.
๐ Baca JugaLazarus Korea Utara Cuci Bitcoin $30 Juta di Hyperliquid - Persis Saat Platform Melobi AS
Kejadian serupa menyusul pada bulan Juli ketika Across Protocol merugi nyaris $4 juta. Dalam insiden pencurian itu, penyerang memanfaatkan taktik manipulatif dengan mengeksploitasi fitur deposit Solana palsu untuk mengakali sistem.
Meski serangan ke sektor kripto terus memakan korban, data makro mencatat tren kerugian agregat yang menurun. Laporan CertiK menyebutkan total kerugian aset digital pada paruh pertama 2026 berada di level $1,32 miliar, turun 46,8% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025. Laporan itu juga menyoroti bahwa metode kompromi dompet menjadi metode serangan paling marak sepanjang kuartal kedua 2026.
Keputusan akhir ada pada sang peretas. Tawaran 20% yang disodorkan Aquifer akan menguji apakah pelaku memilih mengembalikan sebagian hasil curian untuk menghindari tuntutan perdata, atau mengabaikan tenggat 3 September. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Lazarus Korea Utara Cuci Bitcoin $30 Juta di Hyperliquid - Persis Saat Platform Melobi AS
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




