Wakil Ketua Sberbank Anatoly Popov menargetkan volume perdagangan kripto di Rusia bisa menyentuh angka 4 triliun rubel atau setara $46,43 miliar pada tahun pertama implementasinya. Proyeksi ini menandai pergeseran pasar setelah kerangka hukum kripto negara itu resmi berlaku per 1 September mendatang. Menurut Popov, angka itu baru awalan. Ia memprediksi volume transaksi akan naik hingga mencapai 7,5 triliun rubel ($87 miliar) pada 2029 - estimasi yang ia nilai masih konservatif.
Untuk mengakomodasi laju pasar, bank terbesar di Rusia ini menyiapkan produk kredit baru. Sberbank berencana menerima Ethereum dan USDT sebagai agunan pinjaman bagi nasabah. Rencana ini melengkapi opsi kolateral Bitcoin yang sudah berjalan, meski eksekusinya masih menunggu izin Bank of Russia. Sebelumnya, Sberbank sudah menguji sistem serupa lewat proyek pilot berjaminan Bitcoin bersama perusahaan mining Intelion pada Desember 2025.
Kenapa Miner Butuh Pinjaman Kripto?
Kondisi moneter domestik mendorong lahirnya kebutuhan kredit ini. Suku bunga acuan Rusia saat ini menembus level 14 persen. Tingginya biaya kredit uang fiat membuat pinjaman berjaminan kripto menjadi jalan keluar rasional bagi para penambang. Mereka bisa mendapat likuiditas tunai untuk operasional tambang tanpa perlu menjual koin simpanan mereka ke pasar terbuka.
Tiga Aset yang Lolos Saringan Bank Sentral
Bank of Russia menerapkan standar ketat bagi koin yang diizinkan beredar untuk perdagangan publik. Lembaga moneter ini hanya meloloskan tiga aset ke dalam daftar putih mereka: Bitcoin, Ethereum, dan USDT. Ketiganya disetujui berdasarkan kapitalisasi pasar, likuiditas transaksi harian, dan rekam jejak harga minimal lima tahun. Di sisi lain, XRP yang memiliki kapitalisasi pasar besar tidak memenuhi kriteria bank sentral.
Tembok Domestik yang Tetap Tertutup
Undang-undang kripto yang ditandatangani Presiden Vladimir Putin awal Agustus lalu melegalkan aktivitas trading, standar kustodi aset, dan penyelesaian transaksi lintas negara. Meski peraturannya kian jelas, dokumen ini tetap menggarisbawahi satu larangan absolut: kripto haram dipakai sebagai alat bayar belanja di dalam negeri. Bagi penduduk lokal, regulasi ini menegaskan status kripto sebatas instrumen investasi dan sarana perdagangan global, bukan uang untuk transaksi harian.
๐ Baca JugaHyperliquid Proses $4 Miliar Sehari Tanpa Trader AS - Kini Gandeng Induk Kraken untuk Menembus Regulasi
Dilansir dari Decrypt.
Sebelumnya: Sberbank Rusia Siap Terima Agunan Pinjaman Ethereum dan USDT - Asal Lolos Izin Bank Sentral
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




