Bitcoin baru saja merampungkan reli dari bawah $65.000 pada pertengahan Agustus hingga menembus $80.000, sebelum akhirnya terkoreksi pasca pidato Jackson Hole. Koreksi ini muncul berbarengan dengan perhitungan pasar yang mematok probabilitas 57% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September.
Menurut data CME, peluang implisit itu naik dari 39,9% pada 21 Agustus menjadi 57% setelah pidato Warsh. Pada periode yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 2 tahun bergerak naik ke sekitar 4,31%. Angka ekonomi makro juga tidak banyak memberi ruang kelonggaran, dengan inflasi PCE utama tertahan di 3,7% dan PCE inti di 3,3%. Dengan tambahan angka permintaan domestik privat yang tumbuh 4,2% disetahunkan pada kuartal kedua, inflasi dipastikan masih menjadi penghalang utama bagi kebijakan moneter longgar.
Pergeseran Pasokan ke Tangan Institusi
Di tengah prospek suku bunga yang menekan, instrumen ETF Bitcoin justru mencatat aliran dana masuk bersih sebesar $924,5 juta dalam seminggu terakhir. Pemasukan ini menggenapkan total arus modal masuk menjadi $2,8 miliar selama dua pekan terakhir. ETF Ether ikut mencatat arus serupa dengan menarik dana $815,7 juta pada pekan lalu melalui 10 sesi perdagangan positif berturut-turut. Aliran modal ini mencakup hampir 12,3% dari total arus masuk kumulatif ETF Ether sejak pertama kali diluncurkan, yang seluruhnya masuk sepanjang bulan Agustus.
Di tingkat jaringan, pemegang besar dengan saldo 1.000 hingga 10.000 BTC telah memangkas simpanan mereka sebanyak 50.500 BTC sejak akhir Juni. Di sisi seberang, layanan kustodial institusional menyerap pasokan ini dengan mencatat kenaikan kepemilikan sebanyak 59.100 BTC.
Ujian Nyata di Rentang $80.000
Laporan terbaru Bitfinex menyimpulkan bahwa pasar saat ini lebih bergantung pada permintaan spot ketimbang penggunaan leverage yang berlebih. Struktur pasar ini menempatkan Bitcoin di posisi yang lebih sehat untuk menyerap berbagai tekanan jual. Nilai open interest Bitcoin saat ini berada di $55,6 miliar, mencatat kenaikan 20% dari awal Agustus. Bitfinex menemukan kenaikan open interest ini berlangsung bertahap sehingga basisnya tetap rendah, dan mengidentifikasi batas $77.100 sebagai level sokongan penting jangka pendek.
Jeff Ko dari CoinEx menilai momentum dorongan naik dari pola short squeeze sebagian besar sudah habis terpakai. Berdasarkan perhitungannya, rentang harga $80.000 hingga $83.000 akan menjadi ujian nyata kekuatan alokasi modal investor di pasar.
๐ Baca JugaHarga Kripto Melesat Bersamaan - Tapi $9 dari Setiap $10 Tetap Tersedot ke Dua Koin Terbesar
Sebagai syarat reli lanjutan, Jeff Mei dari bursa BTSE menuntut permintaan ETF harus kuat merata di semua produk, bukan hanya bersandar pada IBIT milik BlackRock, sekaligus menanti rilis data inflasi makro yang membaik. Bagi investor institusi maupun ritel, angka laporan inflasi bulan depan akan sama menentukannya dengan deretan penawaran beli di layar bursa. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: ETF Bitcoin Putus Tren Inflow $2,8 Miliar Usai Pidato Fed - Anehnya Dana Justru Mengalir ke Ethereum
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




