Bitcoin langsung tergelincir ke bawah level $77.000 pada awal perdagangan bulan ini, menghapus sebagian euforia pasar dari periode sebelumnya. Kejatuhan awal bulan ini berbanding terbalik dengan performa Bitcoin sepanjang bulan lalu yang ditutup dengan kenaikan mencapai 25%. Lonjakan Agustus 2026 itu menjadi reli Agustus terkuat bagi Bitcoin sejak 2017, sekaligus mencatatkan rekor kenaikan bulanan terbesar semenjak November 2024.
Dalam catatan sejarah sejak 2013, September memang menyandang reputasi sebagai bulan terburuk bagi Bitcoin sampai memunculkan julukan ‘Rektember’. Dari 13 tahun kalender terakhir, Bitcoin rata-rata mencatat penurunan sekitar 3% dan hanya mampu ditutup pada zona positif sebanyak lima kali. Meski demikian, ada pengecualian yang muncul belakangan, di mana pola tiga tahun terakhir justru berturut-turut berakhir hijau. Ujian bagi Bitcoin tahun ini adalah mempertahankan rentetan hijau itu di tengah memburuknya kondisi makroekonomi global.
Tekanan Berlapis dari Bank Sentral dan Minyak Mentah
Ketua The Fed Kevin Warsh baru saja menekankan ancaman tekanan inflasi dalam pidatonya di forum Jackson Hole. Pasar obligasi merespons pernyataan itu dengan keras, mendorong imbal hasil US Treasury bertenor 10-tahun merangkak naik ke level 4,784%. Sementara itu, di pasar komoditas, harga minyak mentah WTI melonjak 2% menyentuh angka $88 per barel. Kenaikan harga minyak yang mencatat level tertingginya sejak akhir Juli ini merupakan dampak langsung dari eskalasi serangan Amerika Serikat terhadap Iran.
Kenaikan suku bunga acuan yang dibarengi tingginya harga energi akan mengencangkan kondisi keuangan dan menopang kekuatan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Kombinasi dolar yang kuat dan kondisi keuangan yang ketat merupakan hambatan standar bagi laju pertumbuhan aset berisiko, termasuk pergerakan harga Bitcoin.
Siapa yang Menang di Bulan September
Pasar aset kripto kini berada dalam pertarungan antara kekuatan adopsi internal dan tekanan eksternal. Sisi internal ditopang oleh derasnya arus dana masuk atau inflow ETF, aliran dana DAT, serta aktivitas pasar onchain yang sedang berada dalam fase ekspansi. Namun kekuatan penopang itu berhadapan langsung dengan rentetan beban dari luar: ketegangan perang, harga minyak mahal, inflasi membandel, serta ekspektasi pengetatan kebijakan moneter.
Menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16 September mendatang, probabilitas The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin bertengger di angka 66%. Pasar juga mengantisipasi potensi kenaikan tambahan sebelum akhir tahun. Decrypt melaporkan peluang pengetatan ini mengalami perubahan angka dari laporan sebelumnya di level 72%, kemungkinan karena perbedaan jam pengambilan data. Keputusan akhir FOMC bulan ini akan dipantau ketat karena posisinya sebagai penentu arah makroekonomi untuk sisa perjalanan tahun 2026.
๐ Baca JugaRapor Merah September Mengadang Bitcoin - Saat Sinyal Emas Bertabrakan dengan Bunga 5,28%
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Bitcoin Sedot Modal $4,6 Miliar dalam Sepekan - Tapi Angka 30 Hari Ungkap Celah Jaringan
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




