Charles Hoskinson tidak mau diam saja melihat nilai pasar jaringannya tertekan. Di saat ADA diperdagangkan 94% di bawah harga puncaknya pada 2021 dan ekosistem DeFi Cardano masih jauh dari harapan, ia mengalihkan pandangannya ke luar. Target utamanya bernilai $1,6 triliun - jumlah estimasi Bitcoin yang saat ini sekadar mengendap di wallet tanpa menghasilkan yield atau dimanfaatkan dalam kontrak pintar keuangan. Rencana yang ia sampaikan ke publik sejak Mei 2026 ini menawarkan jalan keluar: pemegang Bitcoin bisa mengakses instrumen lending, yield, dan alat privasi lewat Cardano, tanpa perlu menyerahkan kustodi aset mereka ke pihak lain.
Tiga Fase Menuju Likuiditas Baru
Platform yang menjadi motor rencana ini bernama Pogun. Sepanjang 2026, peluncurannya dibagi ke dalam tiga fase strategis. Pada kuartal kedua, Pogun membuka pasar kredit non-margin yang memungkinkan peminjaman Bitcoin tanpa membawa risiko likuidasi berantai. Memasuki kuartal ketiga, aplikasi pencetak imbal hasil khusus pemegang Bitcoin akan mulai beroperasi. Fase terakhir di kuartal keempat akan menjadi pelengkap lewat peluncuran jembatan BitVM. Jembatan ini dirancang untuk menekan risiko pihak ketiga yang selama ini lekat dengan aset semacam wrapped-Bitcoin.
Infrastruktur sebesar ini butuh modal dan tenaga kerja serius. Input Output Group telah mengajukan permintaan dana perbendaharaan sekitar 12,3 juta ADA untuk proyek ini beserta proposal lain, termasuk upgrade Leios. Ada tim khusus beranggotakan sekitar 19 orang yang bekerja murni membangun sistem ini. Mereka tidak bekerja sendirian, melainkan didukung oleh Midnight - jaringan mitra Cardano yang mengkhususkan diri pada privasi. Setelah meluncurkan mainnet di awal 2026, Midnight berfungsi sebagai lapisan koordinasi rahasia. Peran ini krusial karena pengguna Bitcoin jadi bisa berpartisipasi di ekosistem DeFi tanpa harus mengekspos posisi keuangan mereka.
Mengapa Bitcoin dan Mengapa Sekarang
Klaim keunggulan Cardano dalam merayu dana Bitcoin ini bersandar pada sisi teknis. Model EUTXO milik Cardano berbagi DNA rancangan dengan sistem UTxO bawaan Bitcoin. Kedekatan arsitektur ini dinilai membuat Cardano lebih cocok mengelola DeFi untuk Bitcoin dibanding jaringan berbasis akun seperti Ethereum. Tapi ada satu keuntungan terselubung bagi Cardano: setiap transaksi di sistem baru ini wajib menggunakan ADA sebagai biaya operasional. Meski pengguna Bitcoin tidak melihat proses ini langsung, permintaan terhadap ADA akan otomatis terbangun seiring pemakaian.
📌 Baca JugaRp24 Triliun Likuiditas Kripto “Tidur” Menganggur di DEX Utama - Mengapa Ritel Merugi $150 Juta?
Di dalam komunitas Cardano, strategi ini memicu diskusi. Rencana menyedot triliunan dolar Bitcoin ke Cardano mutlak membutuhkan tingkat adopsi masif, padahal daya tarik ADA di mata pasar justru tertahan menunggu adopsi itu terjadi. Ini adalah sebuah siklus yang harus diputus oleh keberhasilan eksekusi. Tim 19 orang ini kini memikul beban berat: merayu pemegang Bitcoin yang terkenal protektif untuk memarkirkan koin mereka di halaman tetangga. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




