OpenAI membongkar operasi sekelompok akun yang memakai ChatGPT dengan instruksi berbahasa Rusia untuk membuat ribuan postingan media sosial berbahasa Inggris. Lewat laporan tertanggal 26 Agustus 2026, terungkap bahwa operasi ini dirancang khusus untuk menciptakan lembaga riset bayangan. Para operator jaringan menyuruh ChatGPT menyembunyikan segala tanda baca atau gaya bahasa yang bisa melacak asal konten mereka kembali ke Rusia. Karena ChatGPT diblokir di wilayah Rusia, jaringan ini mengandalkan VPN untuk mengakses layanan.
Menjual Nama Akademisi Dunia
Fokus utama operasi terpusat pada “International Burke Institute” (IBI) - sebuah organisasi fiktif yang dibuat agar terlihat seperti lembaga think tank sah bermarkas di Israel. Jaringan ini membangun legitimasi palsu dengan merawat akun resmi bodong di media sosial, sekaligus mengerahkan barisan akun bot yang berperan layaknya pengguna biasa untuk mempromosikan dan mendiskusikan keberadaan lembaga itu.
Penyelidikan OpenAI mengungkap 34 dari 36 artikel di situs web IBI murni hasil salinan. Jaringan ini memungut teks riset milik pihak lain lalu mengkreditkannya ke akademisi sungguhan yang tidak pernah ikut menulisnya. Sebagai contoh, ada satu artikel panjang yang membahas Koridor Ekonomi China-Pakistan. Teks aslinya disalin langsung dari publikasi Cambridge University Press, tapi di situs IBI nama penulisnya diganti menjadi nama seorang profesor aktif dari University of Nottingham.
Meski jangkauan audiens kampanye IBI ini kecil di media sosial, pihak OpenAI memandang polanya dengan serius. Mereka menegaskan konstruksi lembaga palsu yang elaborat menjadikan manuver ini berbeda dari sekian banyak operasi pengaruh terkait Rusia yang sudah dihentikan sejak invasi ke Ukraina dimulai. Walau begitu, perusahaan AI itu menahan diri untuk tidak langsung menuding pemerintah Rusia sebagai dalang spesifik di balik IBI.
Pola Berulang Sejak 2024
Penyelewengan layanan kecerdasan buatan untuk kampanye lintas negara sudah punya rekam jejak panjang. Pada 2024 lalu, sistem internal OpenAI mengidentifikasi kampanye pro-Rusia bernama “Doppelganger”. Kelompok itu memakai ChatGPT untuk memproduksi berderet artikel propaganda yang memuji langkah Moskow sambil menyebarkan sentimen negatif terhadap Ukraina, blok NATO, dan Amerika Serikat.
Pada level taktis yang lebih dalam, pemakaian alat buatan OpenAI juga dilakukan oleh Forest Blizzard - divisi siber di bawah bendera intelijen militer Rusia. Mereka memakai kemampuan analisis ChatGPT untuk kebutuhan operasional harian, dari menyusun dokumen riset untuk memprofilkan target serangan hingga merancang draf pesan pancingan phishing.
๐ Baca JugaKraken Diserang 12.000 Transfer Debu Kripto - Aturan Sanksi Eropa Kini Berbalik Jadi Senjata
Ancaman Paralel di Ekosistem Web3
Terbongkarnya jaringan IBI membawa peringatan relevan bagi ekosistem Web3 yang punya kerentanan bawaan terhadap disinformasi. Pola kerja jaringan ini membuktikan betapa mudahnya mesin AI dimanipulasi untuk membangun lapisan legitimasi fiktif dari nol. Di industri kripto yang sarat dengan peredaran influencer palsu serta whitepaper proyek bodong, kemampuan memalsukan kredensial akademik dan riset ilmiah menunjukkan bahwa pelaku penipuan kini punya cara kerja yang semakin tak terlihat oleh investor ritel.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Modal $951 Cukup untuk Kuras Vault $8,5 Juta - Term Finance Terpaksa Tutup Permanen
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




