Investor spesialis short-selling Jim Chanos menyebut selisih valuasi Strategy dan Bitcoin-nya sebagai celah arbitrase $80 miliar pada 18 Agustus 2026. Dia mengklaim ini sebagai peluang arbitrase terbesar yang pernah dia lihat. Tudingan ini langsung membentur data internal perusahaan.
Chanos sama sekali tidak mempublikasikan rincian kalkulasi di balik angka $80 miliar itu. Angka ini murni karakterisasi pribadinya, bukan hasil pengurangan dua harga pasar yang bisa langsung diverifikasi publik.
Hitungan yang Berbeda Arah
Berdasarkan metodologi perusahaan, mNAV (modified net asset value multiple) Strategy saat ini berada di kisaran 1.04. Ini berarti saham perusahaan hanya diperdagangkan dengan premium sekitar 4% di atas nilai aset bersihnya. Premium ini menyusut tajam dibanding era 2024-2025 ketika MSTR kerap dihargai tiga kali lipat dari nilai Bitcoin yang dipegangnya.
Klaim arbitrase $80 miliar itu juga mengabaikan komponen beban riil perusahaan. Hitungan Chanos tidak memasukkan faktor kewajiban utang, saham preferen, posisi kas, nilai bisnis perangkat lunak yang beroperasi, pajak, hingga biaya nyata untuk mempertahankan posisi lindung nilai.
Di sisi lain, total kepemilikan aset Strategy saat ini tercatat 840.447 BTC, bukan 847.363 BTC seperti yang dikutip di beberapa laporan. Selisih ini murni hasil penjualan selama periode Juli hingga Agustus. Pada pekan 9 Agustus saja, perusahaan telah menjual 1.690 BTC khusus untuk membiayai pembelian kembali saham preferen.
Posisi Buku dan Manuver Chanos
Keseluruhan 840.447 BTC itu diakumulasi dengan biaya sekitar $63,36 miliar, menempatkan harga beli rata-rata di level $75.385 per koin. Mengacu pada harga Bitcoin saat ini, posisi portofolio investasi perusahaan berada sekitar $9,4 miliar di bawah harga beli - kerugian yang belum direalisasikan.
๐ Baca JugaJane Street Timbun ETF Bitcoin Spot $1 Miliar - Tapi Angka Ini Belum Tentu Posisi Aslinya
Bagi Chanos, pertaruhan melawan MSTR bukan hal baru. Pada 2025, ketika saham ini menembus premium di atas 3x, dia mengambil posisi short MSTR sekaligus long BTC. Posisi itu akhirnya ditutup pada 7 November 2025 dengan keuntungan menembus 50%. Meski melempar klaim arbitrase besar kali ini, pernyataannya tidak mengonfirmasi apakah dia sudah membuka kembali taruhan serupa.
Opsi Cadangan Kas
Strategy tidak berada dalam posisi terdesak likuiditas. Perusahaan masih menggenggam cadangan dolar sebesar $4,65 miliar. Dewan direksi bahkan sudah memberi otorisasi untuk melepas BTC tambahan hingga senilai $1,25 miliar jika butuh menebalkan cadangan kas. Langkah pembiayaan ini turut melibatkan penerbitan sekuritas preferen seri STRC, STRF, STRD, dan STRK yang mematok bunga 8-12%.
Klaim sepihak seorang analis memang selalu memicu spekulasi. Namun bagi pengamat pasar, metrik mNAV 1.04 dan struktur modal perusahaan berbicara lebih nyata dibanding angka $80 miliar tanpa rincian hitungan. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




