JPMorgan Chase diam-diam memutuskan hubungan perbankan mereka dengan Polymarket pada penghujung tahun 2025. Menurut laporan Financial Times, proses pemutusan ini diawali pada bulan Oktober 2025 ketika pihak bank meminta platform pasar prediksi itu untuk mencari mitra perbankan alternatif. Alasan yang diajukan bank adalah kekhawatiran berlanjut seputar ketidakpastian regulasi. Polymarket kini sudah memindahkan dana dan operasional finansial mereka ke bank lain, meski nama lembaga keuangan pengganti itu belum diungkap ke publik.
Langkah penutupan rekening ini menyisakan sebuah ironi di tengah momentum perusahaan. Perpisahan dengan salah satu bank terbesar di Amerika Serikat itu terjadi tepat pada saat Polymarket sedang berusaha memulihkan pijakan dan basis penggunanya di pasar domestik.
Masuk Amerika, Kehilangan Mitra Utama
Polymarket sempat terdepak sepenuhnya dari pasar Amerika Serikat sejak tahun 2022. Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) waktu itu menjatuhkan tindakan tegas dengan melarang mereka melayani pengguna lokal dan memberikan denda senilai $1,4 juta. Hukuman ini diturunkan karena platform dituduh menyediakan layanan derivatif tanpa mendaftar resmi ke otoritas terkait.
Larangan operasi itu akhirnya usai pada penghujung tahun 2025. Perubahan arah kebijakan administrasi Trump yang melonggarkan sejumlah aturan federal memberi ruang bagi platform ini untuk kembali. Polymarket membuka ulang layanannya untuk pasar Amerika dengan pijakan hukum yang lebih jelas, namun langkah maju ini diwarnai mundurnya JPMorgan sebagai mitra perbankan utama mereka.
Keputusan JPMorgan mundur sejalan dengan rentetan risiko hukum yang belum sepenuhnya bersih dari nama Polymarket. Platform ini masih menghadapi proses gugatan dari kota Baltimore yang menuduh mereka memfasilitasi operasi perjudian ilegal. Di tempat terpisah, CFTC juga sedang menggelar investigasi khusus terhadap platform kompetitor mereka, Kalshi. Berbagai kasus ini memastikan iklim bisnis pasar prediksi tetap berada dalam pantauan ketat regulator.
Mengapa Undangan Tetap Mengalir?
Meski putus hubungan formal di tingkat perbankan harian, JPMorgan ternyata tetap merawat koneksi elit dengan jajaran petinggi Polymarket. Hal ini terlihat saat pihak bank mengundang CEO Polymarket Shayne Coplan untuk hadir ke sebuah konferensi klien privat yang diadakan pada bulan Februari 2026.
๐ Baca JugaWintermute Siapkan $1 Miliar Tantang Wall Street - Target 50% Pendapatan Tak Lagi dari Kripto
Motif di balik pendekatan ganda ini berpusat pada kalkulasi prospek bisnis bursa saham. Laporan yang sama menyebutkan JPMorgan masih mengincar posisi strategis sebagai underwriter seandainya platform prediksi ini memutuskan untuk menggelar penawaran umum perdana atau IPO kelak.
Cuci Tangan demi Tiket Undian
Taktik ganda JPMorgan memperlihatkan pragmatisme perbankan konvensional saat berhadapan dengan entitas Web3. Mereka menutup rekening reguler untuk menekan risiko kepatuhan jangka pendek, tapi menolak melepaskan antrean paling depan untuk mengutip komisi besar dari prospek peluncuran saham kelak.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




