Tiga pemain industri aset digital kompak mengajukan permohonan ke regulator untuk membawa mekanisme perdagangan kripto ke instrumen ekuitas konvensional. Platform pasar prediksi Kalshi mendaftarkan usulan perubahan aturan kepada Securities and Exchange Commission dan meneruskannya ke Commodity Futures Trading Commission. Fokus pengajuan terpusat pada penawaran kontrak perpetual futures atas instrumen saham individual Amerika Serikat.
Pengajuan Kalshi menyusul langkah resmi Coinbase yang mendaftarkan instrumen kontrak perpetual saham individual pada hari yang sama. Payward, entitas induk di balik bursa kripto Kraken, turut mencari izin operasional serupa melalui platform Bitnomial Exchange demi menghadirkan akses perdagangan perpetual saham Amerika Serikat.
Rangkaian pendaftaran instrumen derivatif ekuitas diajukan hanya beberapa hari setelah rancangan undang-undang struktur pasar kripto bernama CLARITY Act gagal melaju di tingkat Senat Amerika Serikat.
Mengadopsi Mekanisme Tanpa Tanggal Kedaluwarsa
Kontrak perpetual futures saham yang didorong para pengelola bursa dirancang khusus tanpa batas tanggal kedaluwarsa. Sistem mempertahankan keselarasan harga antara instrumen kontrak dan pasar spot lewat mekanisme funding rate, yakni tingkat pendanaan berkala yang diselesaikan antara pemegang posisi long dan short.
Payward membidik peluncuran 10 kontrak ekuitas Amerika Serikat terpopuler pada tahap awal penawaran pasar. Daftar saham incaran mencakup perusahaan teknologi besar seperti Tesla, Nvidia, Apple, Microsoft, dan Amazon. Seluruh kontrak baru ditargetkan dapat ditransaksikan selama 24 jam penuh dalam lima hari kerja sepekan.
Kliring di Bawah Pengawasan Regulator
Kalshi menegaskan format kontrak perpetual saham yang mereka usulkan akan berstatus sebagai produk sekuritas berjangka. Seluruh penyelesaian transaksi diatur untuk dikliringkan lewat lembaga kliring Kalshi Klear yang memegang izin operasional dari otoritas CFTC.
๐ Baca JugaBinance Buka Trading Valas 24/7 dengan Leverage 100x - Begini Cara Mereka Mengakali Jam Libur Bank
Pada bulan Mei 2026, Kalshi telah memperoleh kewenangan dari CFTC untuk menjalankan perdagangan perpetual kripto perdana lewat instrumen Bitcoin. Izin pengoperasian produk derivatif kemudian diperluas untuk mengaver kelas aset digital lain seperti Ether, Solana, dan XRP.
Perluasan portofolio bisnis tiga bursa kripto memperlihatkan manuver industri merespons stagnasi regulasi. Alih-alih menunggu aturan khusus aset digital disahkan, para pemain mengubah pendekatan pasar dengan memindahkan mekanisme turunan kripto langsung ke sistem ekuitas tradisional. Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Sebelumnya: Coinbase Daftarkan Kontrak Saham Apple dan Nvidia ke CFTC - Buka Opsi Trading 24/5 Tanpa Aset Fisik
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




