๐Ÿ“… Kamis, 24 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Kalshi Dituduh Putar Volume Fiktif $5 Miliar Lewat Trade Berulang - Tapi Bantah Ada Panggilan CFTC

Kalshi Dituduh Putar Volume Fiktif $5 Miliar Lewat Trade Berulang - Tapi Bantah Ada Panggilan CFTC

Tudingan manipulasi pasar senilai $5 miliar mampir ke Kalshi, tetapi operator pasar prediksi itu menyangkal tegas pernah dihubungi regulator mana pun. Laporan terbaru dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) sedang mengawasi pola transaksi berulang bernilai sekitar $5.500 per trade di pasar Ether perpetual futures milik Kalshi. Pola teratur inilah yang memicu kecurigaan adanya praktik wash trading untuk memanipulasi volume.

Namun, bantahan Kalshi datang tidak kalah tajam.

Kepala komunikasi Kalshi, Elisabeth Diana, menyebut wacana ini sebagai rumor yang sengaja disebar oleh pesaing mereka. “Kami belum pernah dihubungi oleh CFTC dan tidak yakin ada pemeriksaan resmi,” kata Diana. Menurutnya, pola data berulang itu wajar terjadi dalam program insentif likuiditas dan lazim ditemukan di berbagai pasar keuangan. Ia menutup penjelasannya dengan pesan kepada publik: “Jangan percaya semua yang Anda baca di X.”

Transaksi bernilai sekitar $5.500 per eksekusi itu memang tidak terjadi sesekali. Sepanjang bulan terakhir, rentetan perdagangan itu menyumbang lebih dari $5 miliar pada total volume Ether perpetual Kalshi. Menanggapi sorotan publik, Kalshi menerbitkan sebuah tulisan di blog resmi mereka yang menjelaskan bahwa ukuran transaksi berulang itu murni berasal dari program likuiditas terstruktur yang sedang mereka jalankan.

Menurut laporan Wall Street Journal, Kalshi memakai tiga taktik agresif untuk menarik penyedia likuiditas: menawarkan porsi ekuitas perusahaan kepada trader yang mencapai target volume, membebaskan biaya perdagangan, dan memberikan pembayaran uang tunai setiap bulan. Skema ini mempercepat pertumbuhan bisnis mereka. Hanya berselang satu minggu setelah peluncuran produk perpetual futures pada bulan Mei, volume perdagangan di platform Kalshi langsung menembus angka $1 miliar.

Tekanan Ganda dari Senat dan Negara Bagian

Sorotan terhadap volume perdagangan datang bersamaan dengan tekanan politik terhadap model bisnis Kalshi. Sebelas Senator dari Partai Demokrat yang duduk di Komite Perbankan Senat telah meminta Ketua Tim Scott untuk menggelar dengar pendapat publik mengenai industri pasar prediksi. Permintaan ini menyusul terungkapnya pertemuan tertutup antara anggota parlemen dari Partai Republik dengan CEO Kalshi, Tarek Mansour.

Bagi beberapa anggota senat, instrumen yang ditawarkan platform prediksi menimbulkan masalah regulasi baru. Mereka berpandangan bahwa kontrak taruhan yang terkait dengan kinerja sebuah perusahaan berpotensi dikategorikan sebagai security-based swaps di bawah aturan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).

China Interogasi Eksekutif DeepSeek dan Moonshot soal Aliran Data ke AS - Padahal Pemicunya Laporan Milik Anthropic๐Ÿ“Œ Baca JugaChina Interogasi Eksekutif DeepSeek dan Moonshot soal Aliran Data ke AS - Padahal Pemicunya Laporan Milik Anthropic

Siapa yang Berhak Mengatur?

Sengketa yurisdiksi itu kini sudah beranjak dari ruang rapat kongres menuju ruang sidang mahkamah. National Council of Legislators from Gaming States (NCLGS) baru saja mengirimkan amicus brief ke meja Mahkamah Agung Amerika Serikat (SCOTUS). Dokumen hukum itu menyatakan dukungan mereka terhadap negara bagian New Jersey yang sedang bersengketa melawan Kalshi, meminta hakim memperjelas batas kewenangan atas pasar prediksi - apakah di tangan negara bagian atau pemerintah federal.

Menyusul petisi SCOTUS yang diajukan oleh New Jersey pada 2 September lalu, Kalshi kini memiliki batas waktu hingga 9 November untuk menyusun dan menyerahkan respons resmi ke pengadilan.

Bagi para pengembang produk pasar prediksi, sengketa yang datang beruntun ini menunjukkan ongkos nyata dalam membangun bisnis di wilayah regulasi yang belum diatur pasti. Beban Kalshi saat ini bukan sekadar mempertahankan volume harian, melainkan meyakinkan para politisi dan hakim bahwa platform mereka beroperasi di atas dasar hukum yang sah.

Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Ketua CFTC Siapkan Panggung ‘Tokenisasi Massal’ - Samakan Dampaknya dengan Kematian Era Sinyal Tangan


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share