Mantan acting chair Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) Mark Uyeda akhirnya membuka suara soal penghentian berbagai gugatan hukum kripto warisan era Gary Gensler. Berbicara di panel Financial Markets Quality Conference pada Rabu, ia menegaskan keputusan membuang kasus melawan nama besar seperti Kraken, Ripple Labs, dan Coinbase diambil bukan karena argumen lembaga kurang kuat.
Uyeda mematahkan asumsi bahwa SEC menyerah akibat ketiadaan bukti. Ia mengakui ada “significant concerns” bahwa rentetan gugatan hukum itu “justifiable under law” alias sah di mata hukum. Komisi sebenarnya memiliki landasan memadai memenangkan perkara di pengadilan. Namun, arah kebijakan lembaga yang sedang berputar 180 derajat di masa transisi memaksa pembatalan seluruh upaya hukum.
Menjaga Muka di Depan Hakim
Masalah utamanya terletak pada potensi konflik argumen pengacara komisi. Petinggi SEC menilai kredibilitas mereka akan sangat rusak jika litigator bersikeras mempertahankan tuntutan lama di depan hakim, sementara di belakang layar komisi sedang merumuskan rancangan kebijakan yang bertolak belakang.
“Saya tidak akan membiarkan litigator kami berdiri di pengadilan dan membiarkan interpretasi komisi dikeluarkan yang merupakan perubahan 180 derajat dari apa yang telah mereka perdebatkan di pengadilan itu,” kata Uyeda di Psaros Center for Financial Markets and Policy. Menurutnya, membiarkan pengacara berargumen buta sementara pimpinan sudah berubah pikiran hanya akan menghancurkan reputasi mereka sebagai lembaga penegak hukum.
Mengalah Demi Rezim Baru
Perubahan haluan komisi berkaitan langsung dengan pergantian penghuni Gedung Putih. Gary Gensler mengundurkan diri tepat pada hari pelantikan Presiden Donald Trump, menyusul janji kampanye Trump yang mengancam memecat Gensler pada hari pertama menjabat. Uyeda kemudian mengisi kursi pimpinan sebagai acting chair dari Januari hingga April 2025.
Penjelasan Uyeda memperjelas posisi industri saat ini. Pencabutan puluhan gugatan itu bukan pertanda komisi kalah hukum, melainkan murni bagian dari manuver strategis menyesuaikan arahan rezim baru.
๐ Baca JugaKalshi Dituduh Putar Volume Fiktif $5 Miliar Lewat Trade Berulang - Tapi Bantah Ada Panggilan CFTC
Siapa yang Menyusun Aturan Nanti?
Tugas merumuskan aturan main baru ini harus dijalankan dengan formasi pincang. Uyeda kini menjabat sebagai komisioner SEC reguler bersama Atkins dan Hester Peirce. Komposisi ini diprediksi makin menyusut karena Peirce diperkirakan hengkang pada November mendatang.
Kepergian Peirce nanti akan meninggalkan SEC hanya dengan dua dari total lima kursi anggota komisioner. Perusahaan kripto mungkin bisa bernapas lega karena beban kasus hukum peninggalan Gensler sudah dicabut, namun lembaga pengawas yang menentukan nasib mereka ke depan justru harus mengambil keputusan krusial dengan meja pimpinan yang nyaris kosong.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




