Ondo Finance resmi menarik Adam Schlisman, mantan eksekutif Blockchain.com, sebagai Chief Financial Officer baru untuk mengelola platform tokenisasi aset dunia nyata yang kini memegang total value locked (TVL) lebih dari $3,5 miliar. Penunjukan ini melengkapi perombakan formasi atas Ondo setelah kepergian mendadak sang pendiri, Nathan Allman, pada Mei 2026 lalu.
Di tempat lamanya, Schlisman memegang posisi CFO dan bertanggung jawab penuh atas keuangan, treasury, serta manajemen risiko tepat pada saat Blockchain.com melewati fase ekspansi cepat. Sebelum masuk ke industri kripto, ia menjabat sebagai CFO di hedge fund makro global Monashee Investment Management, setelah meniti karir hampir satu dekade di bidang manajemen portofolio dan risiko bersama Graham Capital Management.
Siapa yang Mengambil Alih Kemudi
Kematian Allman - mantan eksekutif Goldman Sachs yang mendirikan Ondo pada 2021 - sempat membiarkan kursi puncak kosong. Namun masa transisi berlangsung singkat. Presiden Ian De Bode langsung naik mengisi posisi CEO, disusul rentetan perekrutan eksekutif senior.
Hanya sebulan setelah kejadian itu, tepatnya pada Juni 2026, Ondo merekrut John Hoffman sebagai Managing Director dan kepala portofolio produk. Hoffman sebelumnya memegang peran penting di manajemen aset Grayscale dan Invesco. Kedatangan Schlisman bulan ini memperkuat pimpinan baru untuk mengarahkan platform yang kini beroperasi di jaringan Solana, Ethereum, hingga BNB Chain, serta terhubung dengan Binance, Bitget, MetaMask, dan Ledger.
“Ondo Stocks menembus $1 miliar TVL, pertumbuhan Ondo Perps, dan kolaborasi dengan DTCC menunjukkan pasar tokenisasi bergerak dari adopsi awal menuju skala institusional,” ujar Schlisman saat masuk ke peran barunya.
Bukan Sekadar Ganti Nama Jaringan
Pergantian personel ini berjalan seiring dengan perombakan infrastruktur. Pada Juli 2026, Ondo menghentikan Ondo Chain dan meluncurkan Ondo Network - lapisan eksekusi baru yang menggabungkan kecepatan trading ala bursa sentral dengan keamanan hak asuh mandiri serta penyelesaian transaksi on-chain.
Ondo Perps menjadi aplikasi pertama yang berjalan di jaringan baru ini. Lewat fitur ini, trader di luar wilayah Amerika Serikat bisa mengakses perpetual futures yang terkait langsung dengan saham dan komoditas tradisional, berbekal aset dunia nyata yang ditokenisasi sebagai jaminan.
📌 Baca JugaEksodus Bridge $14,5 Miliar Berlanjut - Giliran BitGo Pindahkan WBTC ke Chainlink
Langkah ekspansi itu juga dibarengi izin resmi. Anak perusahaan pialang mereka, Oasis Pro Markets, baru saja menerima perluasan izin operasi dari lembaga pengatur industri keuangan Amerika Serikat (FINRA). Rentetan pembaruan teknis dan legal inilah yang kini jatuh ke pangkuan tim manajemen baru.
Membawa dana kelolaan miliaran dolar menuntut keahlian manajemen risiko kelas institusi. Keputusan Ondo memborong mantan eksekutif keuangan tradisional mengirimkan satu pesan jelas: momentum tokenisasi aset mereka tidak boleh berhenti hanya karena hilangnya sang arsitek utama.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




