Platform tokenisasi Ondo Finance diduga ditawarkan ke calon pembeli lewat jalur diam-diam, tak lama setelah kematian mendadak pendiri sekaligus CEO Nathan Allman pada 25 Mei lalu. Keterangan dari tiga sumber yang mengetahui kejadian ini mengungkap bahwa penawaran rahasia itu muncul justru saat perusahaan sedang dilanda kekosongan kepemimpinan mutlak.
Allman meninggal dunia di usia 32 tahun tanpa meninggalkan surat wasiat. Ketiadaan dokumen hukum pewarisan memicu ketidakpastian total atas nasib saham pengendali perusahaan dan tumpukan token ONDO miliknya.
Konflik kepemilikan aset ini perlahan melebar, menyeret orang tua, saudara tiri, hingga jajaran eksekutif perusahaan ke meja hijau.
Sengketa Waris Berujung Gugatan
Setelah melalui proses probat pengadilan, hak waris Allman diputuskan jatuh ke tangan kedua orang tuanya: Kathleen Allman yang berusia 77 tahun, dan Lawrence Allman yang berusia 82 tahun. Namun, penyerahan aset kepada orang tua rupanya belum meredakan ketegangan di tubuh entitas yang didirikan pada tahun 2021 oleh mantan eksekutif Goldman Sachs itu.
Pada awal Agustus, pihak pengelola harta warisan Allman melayangkan gugatan hukum terhadap Ian De Bode, pelaksana tugas CEO saat ini. Pihak keluarga menuduh De Bode mengambil alih kekuasaan operasional dan uang perusahaan tanpa dasar hukum yang sah pasca kematian sang pendiri.
Menyikapi gugatan awal ini, pengadilan mengeluarkan perintah sementara yang mengizinkan De Bode tetap menjabat sebagai CEO dan menjalankan kegiatan operasional harian. Namun pada saat bersamaan, pengadilan melarang De Bode membuat perubahan atau keputusan besar selama sengketa hukum masih berjalan.
Siapa yang Menguasai Harta Allman
Di luar pertarungan keluarga melawan eksekutif, saudara tiri Allman bersama seorang investor Ondo ikut mengajukan petisi terpisah. Petisi ini bertujuan membatasi kendali Kathleen Allman atas harta warisan anaknya. Merespons dokumen baru ini, Kathleen langsung membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Mengenai rumor pelepasan aset ke pihak luar, juru bicara Ondo Finance yang berkantor pusat di New York memberikan bantahan keras. Mereka menegaskan tidak ada satu pun perwakilan perusahaan yang pernah menawarkan Ondo untuk dijual, dan menyebut pembicaraan soal penjualan potensial sebagai kabar yang sama sekali tidak benar.
๐ Baca JugaBarclays, Lloyds, dan NatWest Tuntaskan Remortgage Lewat Deposito Tokenisasi - Transaksi Cair Tanpa Sistem Kliring
Menurut satu sumber, pertarungan hukum antar ahli waris yang makin panas ini kemungkinan besar telah membekukan rencana penjualan apa pun yang sempat dibahas sebelumnya.
Uang Tetap Berputar di Pasar
Di tengah kekacauan internal pengembang instrumen US Treasuries dan saham tertokenisasi ini, pasar aset kripto tetap mencetak angkanya sendiri. Token ONDO pada perdagangan Kamis kemarin naik ke level psikologis $0,5, membukukan catatan sebagai salah satu altcoin dengan kinerja harian terbaik.
Sengketa pemegang saham berjalan di jalurnya sendiri, sementara investor ritel terus memperdagangkan koinnya di bursa tanpa mempedulikan siapa yang akan memegang palu kendali di akhir proses pengadilan.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




