Volume pasar taruhan politik mencetak rekor baru. Kalshi membukukan nilai perdagangan lebih dari $2,5 miliar pada pasar kontrak pemilu sela Amerika Serikat 2026. Angka ini melonjak lebih dari 92% dibanding volume $1,3 miliar pada pemilu 2024.
Lonjakan dana ini terjadi di panggung politik berbeda. Pemilu 2024 menyertakan perebutan kursi presiden yang lazim menyedot perhatian dan modal terbesar. Sebaliknya, pemilu 2026 berpusat pada pemilihan anggota DPR (House), Senat, serta gubernur. Ketiadaan pemilihan presiden terbukti tidak menyurutkan perputaran uang di bursa kontrak politik.
Dari 487 Pemilihan, Cuma Delapan Unggulan Kalah
Tingginya transaksi berjalan seiring ketepatan tebakan pasar. Kalshi melaporkan kandidat favorit pasar memenangkan 479 dari 487 pemilihan yang diputuskan hingga pukul 06.00 ET pada 4 November. Hasil ini menghasilkan tingkat akurasi gabungan sekitar 98,4%, yang dibulatkan menjadi 98%.
Rincian perhitungannya menunjukkan dominasi pilihan pasar di hampir semua tingkatan. Pada pemilihan kursi DPR, kandidat unggulan menang di 356 dari 360 kursi. Di tingkat Senat, proyeksi pasar tepat di 32 dari 33 pemilihan. Sementara pada pemilihan gubernur, 33 dari 34 kandidat favorit mengamankan kemenangan. Sepanjang seluruh perhitungan, hanya delapan kandidat favorit bursa yang gagal memenangkan kursi.
Peluang Demokrat Menembus 99% di Malam Pemilu
Kepastian arah politik terbentuk relatif cepat pada malam penghitungan suara. Kontrak penentu kendali DPR di Kalshi menyentuh probabilitas 99% untuk kemenangan Partai Demokrat pada pukul 20.10 ET. Pada pukul 21.00 ET, giliran peluang kontrol Senat yang menembus probabilitas 99%.
Analisis Kalshi Research mencatat akurasi pasar semakin tajam menjelang penutupan suara. Dalam rentang tiga bulan sebelum pemilu hingga penutupan TPS, akurasi terarah (directional accuracy) naik dari 93,8% ke 98,2%. Pada kurun waktu yang sama, Brier score (indikator statistik deviasi probabilitas terhadap hasil nyata) membaik dari 0,040 menjadi 0,016.
Pengawasan CFTC dan Aturan Baru di Kongres
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) merespons perputaran dana miliaran dolar ini dengan memperketat pengawasan terkait integritas perdagangan kontrak di Kalshi guna memantau keteraturan transaksi politik.
Dorongan regulasi juga datang dari parlemen. Anggota DPR Don Davis mengajukan rancangan undang-undang “No Betting on Your Own Race Act” yang melarang kandidat bertaruh pada pemilihannya sendiri.
๐ Baca JugaTaruhan $200.000 Masuk Sejam Sebelum Survei New York Times - Akun Anonim Raup $77.000 di Polymarket
Bagi pelaku pasar finansial dan pemilih, pemilu sela 2026 membuktikan pasar prediksi mampu membaca arah ratusan pemilihan dengan ketepatan tinggi. Namun ketika taruhan pemilu berkembang menjadi industri bernilai miliaran dolar, pengawas dan pembuat undang-undang kini hadir memastikan batas etika tidak diterobos oleh kandidat yang bertarung di dalamnya.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Taruhan $200.000 Masuk Sejam Sebelum Survei New York Times - Akun Anonim Raup $77.000 di Polymarket
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




