Kepanikan mulai melanda bursa saham teknologi dan merambat cepat ke pasar kripto. Nasdaq-100 baru saja ditutup terpuruk pada level 28.128, titik terendahnya sejak 5 Mei 2026 atau level terendah dalam 11 minggu terakhir. Penurunan tajam ini dipicu oleh kekhawatiran investor melihat tingginya arus kas korporasi yang terkuras habis untuk membiayai infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Skala alokasi modal sektor teknologi ini terlihat jelas dari langkah Alphabet yang membeli saham SpaceX senilai $94 miliar saat penawaran umum perdana (IPO) bulan Juni lalu. Peter Andersen, CEO Andersen Capital Management, merangkum kecemasan pasar lewat satu pernyataan tajam: “Orang bertanya, bagaimana kita memahami semua pengeluaran ini, dan seberapa sabar kita harus menunggu sebelum menghasilkan laba nyata?”
Terjepit Yield Obligasi dan Tren Defensif
Sikap ragu ini membuat investor mulai memindahkan dana ke aset yang lebih aman, memberi pukulan ganda bagi Bitcoin. Korelasi Bitcoin dengan saham teknologi berorientasi pertumbuhan (growth) kini makin tinggi, sehingga aksi jual di bursa Nasdaq langsung menyeret harga aset kripto. Di sisi lain, imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun merangkak naik hingga menyentuh 4,71%, titik tertingginya sejak Januari 2025. Kenaikan yield ini langsung meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) bagi investor yang memilih memegang Bitcoin ketimbang aset bebas risiko.
Dampak langsungnya terlihat pada mandeknya selera institusi. Sepanjang pekan yang berakhir 24 Juli, ETF Bitcoin spot hanya mencatat arus masuk bersih $33 juta. Angka ini merupakan aliran dana masuk paling lemah yang pernah tercatat dalam tiga minggu terakhir.
Apa yang Terjadi Jika Support Jebol?
Di atas grafik 4 jam, pergerakan harga Bitcoin kini tertahan dan sedang berjuang menguji garis support miring ke atas. Garis ini berperan penting menopang harga dan belum tertembus sejak awal Juli 2026. Tekanan jual yang datang bergelombang terus mendorong harga turun dari level $66.900 yang sempat tersentuh pada 21 Juli lalu.
Indikator teknikal mengonfirmasi dominasi pihak penjual. Relative Strength Index (RSI) 4 jam bertengger di angka 35,85, berada jauh di bawah moving average-nya di 42,67 dan makin mendekati area oversold. Pola serupa terlihat pada pergerakan MACD yang menampilkan sinyal bearish tegas. Garis biru MACD terpuruk di level -342,39, bersilang ke bawah garis sinyal -155,51 yang diikuti oleh pelebaran histogram merah.
📌 Baca JugaArus Keluar $70,6 Juta Patahkan Tren Lima Hari ETF Ethereum - Tapi Jepang Bersiap Buka Pasar Baru Senilai $18,4 Miliar
Jika harga berhasil memantul, Bitcoin harus menghadapi resistensi kunci yang menanti di $67.303,10. Namun dengan indikator yang memerah, trader lebih mengantisipasi area bawah. Bitcoin memiliki benteng pertahanan psikologis di $60.000, serta level support horizontal sekunder di $60.688,54.
Bila garis support 4 jam patah dan diikuti oleh penutupan harian di bawah batas itu, pasar berisiko memicu rentetan likuidasi posisi long beruntun di area bawah $63.000. Bagi trader yang terbiasa berselancar dengan leverage, hari-hari ke depan butuh lebih dari sekadar harapan. Ini saatnya menjaga ketat manajemen risiko agar batas likuidasi tidak tersapu ombak sebelum pasar memutuskan arah selanjutnya.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




