Ketua SEC Paul Atkins menyatakan rancangan undang-undang kripto CLARITY Act berpeluang maju di Senat dalam dua minggu ke depan. Harapan itu mengacu pada voting prosedural atau cloture yang diagendakan pada 15 September 2026 pukul 14.15 Waktu Timur (ET).
Syarat meloloskan prosedur cloture menuntut lebih dari sekadar mayoritas biasa. Aturan Senat mewajibkan 60 suara dukungan untuk mengakhiri penundaan prosedural dan membuka pintu perdebatan di lantai utama. Formasi politik saat ini menempatkan Partai Republik di 53 kursi, mengharuskan mereka memburu tambahan suara dari kubu Demokrat demi menembus ambang batas.
Draf hukum yang bakal membagi pengawasan antara SEC untuk sekuritas dan CFTC untuk komoditas digital ini sudah melalui perjalanan panjang. Dewan Perwakilan Rakyat AS meloloskan CLARITY Act dengan perbandingan 294-134 pada Juli 2025, disusul persetujuan Komite Perbankan Senat untuk versi mereka lewat suara 15-9 pada Mei 2026.
Kenapa Pasar Tetap Ragu?
Di tengah kejelasan jadwal, platform Kalshi mencatat probabilitas RUU lolos menjadi undang-undang pada 2026 sebesar 49% - sebuah taruhan yang nyaris seimbang. Angka di Polymarket merekam dinamika serupa: peluangnya pernah menyentuh 82% pada Februari, jatuh ke 16% pada awal Agustus, lalu berangsur naik lagi.
CEO SALT John Darsie mengaku agak bearish terhadap peluang CLARITY Act lolos tahun ini akibat benturan jadwal dengan kampanye midterm. Perhatian para anggota dewan diprediksi terbelah antara merampungkan regulasi rumit dan mengamankan kursi pemilu mereka.
Perdebatan substansi di dalam ruang rapat juga belum tuntas. Para anggota parlemen masih mempertimbangkan izin bagi penerbit stablecoin untuk membayar bunga atau imbalan pengguna. Perlindungan pengembang DeFi serta pedoman etika bagi pejabat publik pemegang aset kripto juga belum menemukan titik terang kesepakatan.
Rencana Cadangan Regulator
Mengantisipasi kegagalan mengamankan 60 suara, Atkins mengungkap SEC tengah menyusun kerangka regulasi internal yang bisa beroperasi paralel dengan undang-undang. Aturan baru itu memuat pengecualian khusus untuk kegiatan penggalangan dana kripto atau fundraising tertentu.
๐ Baca JugaIndustri Kripto Sumbang 37% Dana Kampanye AS - Fairshake Simpan $122 Juta untuk Laga Final November
Meski SEC memiliki opsi untuk sekadar menggunakan otoritas yang ada jika undang-undang kandas, langkah itu tidak menjamin keamanan operasional bagi industri. “Kita butuh landasan hukum kongres,” kata Atkins menekankan pentingnya kepastian jangka panjang.
Bagi pelaku pasar, 15 September nanti menentukan apakah perdebatan batas yurisdiksi kripto AS menemukan muara atau kembali menggantung. Fokus kini menyempit pada upaya meraup tujuh suara tambahan agar regulasi lolos dari penundaan.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: SEC Bongkar Aturan Kertas Era 70-an - Buka Jalan bagi Agen Transfer Blockchain Kelola $5 Triliun
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




