Lebih dari $19,1 miliar posisi leverage hangus dalam sehari pada 10 Oktober 2025, angka flash crash kripto terbesar dalam sejarah. Setahun berlalu, pasar berjalan ke dua arah beda. Likuiditas buku pesanan Bitcoin dan Ether melampaui level hari kejadian maupun awal 2026. Sebaliknya, pasar altcoin justru kekurangan pemodal.
Data buku pesanan Ether memberi ukuran jelas. Kedalaman pasar dalam rentang 0,5% dari harga naik dua kali lipat sejak hari kejatuhan ke level $4,2 juta. Kedalaman pada rentang 1% juga naik 75% menjadi $5,3 juta.
Harga Bitcoin saat ini sepertiga lebih murah dibanding sebelum flash crash. Artinya, peningkatan kedalaman pasar dalam hitungan dolar membuktikan masuknya modal baru ke buku pesanan, bukan sekadar koin yang menyesuaikan nilai bawah.
Meski bertambah dalam, likuiditas tetap sensitif. Kedalaman 1% Bitcoin sempat turun 12% antara 7 dan 8 Oktober 2026 saat penjual menekan pasar.
Altcoin Ditinggalkan Pembuat Pasar
Modal yang masuk ke aset utama tidak menyebar ke altcoin. Kedalaman pasar altcoin pada rentang 5% turun sepertiga sejak awal 2025 menyentuh $2 juta. Kedalaman rentang 1% susut seperenam pada periode yang sama.
Rata-rata volume spot mingguan membuktikan kelesuan itu, tertahan di angka $279 miliar selama empat pekan hingga 27 September 2026. Angka itu tertinggal nyaris dua pertiga dari puncak $801 miliar pada pekan tragedi. Walau volume spot sudah naik dua kali lipat dari titik terendah Agustus di $135 miliar per pekan, nilainya masih jauh dari level sebelum krisis.
Analis CoinDesk Research, Joshua de Vos, menyebut pembuat pasar hanya kembali ke aset utama. Menurutnya, pemisahan likuiditas antara koin besar yang menebal dan altcoin yang mengering akan berlanjut sampai tahun depan.
Risiko Struktural Belum Hilang
Kesimpulannya, pasar bengkok tapi tidak patah. Masalahnya, kondisi struktural pemicu krisis setahun lalu sama sekali tidak berubah.
๐ Baca JugaKetenangan Bitcoin Setara Nvidia - Tapi Catat 10 Guncangan Ekstrem 3-Sigma Sepanjang 2026
Leverage tinggi dan posisi perdagangan yang berdesakan masih mengancam. Mark Connors dari Risk Dimensions mengingatkan “paper bitcoin” masih hidup dan mengendalikan pergerakan jangka pendek. Siklus empat tahunan Bitcoin belum mati, tapi faktor ekonomi dan politik kini mengambil peran lebih besar dari tebakan awal.
Chris Sullivan dari Hyperion Decimus menyarankan dua langkah antisipasi. Trader aktif harus menjauhi leverage serta rutin mengawasi open interest dan tingkat pendanaan. Bagi penyimpan jangka panjang, tempat paling aman hanyalah dompet pribadi di luar bursa kripto. Risiko likuidasi paksa selalu ada, dan benteng terakhir bagi investor adalah memegang akses koinnya sendiri.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Trump Janji Tak Serang Iran Sebelum Pemilu 3 November - Bitcoin Langsung Rebound Lewati $81.000
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




