Flash crash 10 Oktober 2025 menghapus $19,1 miliar posisi leverage di bursa kripto dalam hitungan jam. Setahun berselang, CoinDesk Research membandingkan kedalaman order book di empat titik waktu dan menemukan pemulihan yang timpang: likuiditas dua koin terbesar melampaui posisi pra-crash, sementara sektor altcoin tertinggal di belakang. Yang membedakan fase ini bukan sekadar pergerakan harga biasa, melainkan pergeseran penempatan modal para penyedia likuiditas.
Modal Nyata di Balik Harga Murah
Kedalaman order book Bitcoin dalam rentang 0,5% dari harga kini lebih dalam dibanding sebelum peristiwa crash. Pada rentang 5%, kedalaman pasar Bitcoin berada di kisaran $24 juta, kira-kira setara dengan posisi Januari 2025. Angka ini memiliki arti penting karena harga Bitcoin saat ini sekitar sepertiga lebih murah dibanding sebelum crash. Karena harga aset lebih rendah, buku pesanan yang lebih dalam membuktikan bahwa market maker memasukkan lebih banyak modal nyata ke pasar.
Peneliti CoinDesk Saksham Diwan menegaskan dinamika ini: “Pendalaman aset utama adalah modal nyata, bukan efek harga.” Pemulihan likuiditas Ethereum juga bergerak cepat. Kedalaman pasar ETH dalam rentang 0,5% dari harga naik lebih dari dua kali lipat sejak hari crash hingga mencapai sekitar $4,2 juta. Sementara pada rentang 1%, kedalaman buku pesanan ETH naik tiga perempat menjadi $5,3 juta.
Ke Mana Perginya Likuiditas Altcoin?
Kelompok altcoin justru mengalami tren sebaliknya, dengan likuiditas yang terus menyusut. Pada rentang 5%, kedalaman order book altcoin turun sepertiga sejak awal 2025 ke sekitar $2 juta. Di rentang 1%, kedalaman pasar altcoin turun seperenam. Penurunan ini memperlihatkan keengganan penyedia likuiditas menaruh modal pada aset-aset berisiko tinggi di luar dua pemimpin pasar.
Research lead CoinDesk Joshua de Vos merangkum jurang pemisah ini: “Market maker kembali ke aset utama, likuiditas di atas level pra-crash, sementara likuiditas altcoin terus menurun.”
Di pasar spot, pemulihan volume perdagangan juga belum menyentuh level tertinggi masa lalu. Volume spot mingguan mencatat rata-rata $279 miliar dalam empat pekan hingga 27 September. Posisi itu hampir dua pertiga di bawah volume $801 miliar yang meledak pada pekan crash Oktober 2025. Aktivitas perdagangan sempat menyentuh titik terendah sekitar $135 miliar pada Agustus. Meski volume saat ini sudah dua kali lipat dari titik terendah Agustus, jarak menuju puncak aktivitas setahun lalu masih sangat jauh.
Bagi pelaku pasar kripto, perbedaan kedalaman likuiditas ini membawa konsekuensi langsung terhadap risiko eksekusi transaksi. Membeli atau menjual Bitcoin dan Ethereum kini memiliki perlindungan likuiditas yang jauh lebih aman dibanding setahun lalu. Sebaliknya, order book altcoin yang kian tipis membuat token di luar dua koin utama rentan mengalami lonjakan slippage ketika pesanan besar masuk ke bursa.
๐ Baca JugaSetahun Usai Flash Crash $19 Miliar, Likuiditas Bitcoin Pulih - Tapi Pasar Altcoin Tetap Kering
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




