Pendiri Tron, Justin Sun, mengumumkan lewat platform X bahwa kriptografi post-kuantum jaringannya kini sudah aktif di testnet. Langkah ini vital mengingat posisi Tron sebagai blockchain layer-1 dengan fokus perputaran stablecoin - sekaligus memegang peredaran USDT terbesar di industri - serta pemroses transaksi bervolume tinggi. Pengujian ini menjadi langkah awal Tron mengamankan nilai transaksi penggunanya dari ancaman komputasi masa depan.
Sun menegaskan kesiapan timnya merespons perkembangan teknologi lewat cuitannya. “Kami memantau ketat kemajuan komputasi kuantum dan kecerdasan buatan, dan kami siap membawa ketahanan kuantum ke mainnet kapan saja,” tulis Sun. Kendati melempar optimisme, pihak Tron belum mematok tanggal spesifik untuk aktivasi fitur keamanan ini di jaringan utama.
Berpacu Melawan ‘Q-Day’
Langkah antisipasi Tron merespons skenario yang dikenal di kalangan kriptografer sebagai ‘Q-Day’ - titik waktu saat komputer kuantum punya kemampuan memecahkan sistem enkripsi standar masa kini. Saat batas waktu itu tiba, komputer jenis ini berisiko membobol pondasi kriptografi kurva eliptik (elliptic-curve cryptography). Sistem inilah yang selama bertahun-tahun mengamankan aset di dalam ekosistem Bitcoin, Ethereum, dan nyaris seluruh jaringan blockchain terkemuka lain.
Sun mengklaim Tron akan masuk daftar pendek blockchain besar yang mengantongi ketahanan kuantum sebelum Q-Day terwujud. Arena persiapan ini memang sudah diramaikan pemain lain. Ethereum Foundation sebelumnya mempublikasikan proposal yang merinci cara memigrasikan akun ke dalam lingkungan kriptografi quantum-resistant. Algorand mengambil rute berbeda dengan menyusun target implementasi akun kebal kuantum pada tahun 2027.
Jutaan Dolar dan Rencana Tanpa Pindah Dana
Upaya mitigasi peretasan kuantum juga menarik aliran modal di ekosistem paling lawas. Konsorsium yang dipimpin entitas bernama Strategy baru saja mengalokasikan komitmen dana $15 juta khusus untuk membiayai penelitian keamanan kuantum di atas arsitektur Bitcoin.
Rancangan keamanan dari luar pengembang jaringan utama turut bermunculan. AmericanFortress pada Juli 2026 mengumumkan rencana kriptografis untuk membentengi dompet kripto dari pembobolan kuantum. Rencana ini menjanjikan transisi keamanan tanpa mewajibkan pengguna memindahkan dana, memutar kunci akses (rotasi kunci), atau mengubah alamat dompet. Dokumen teknis proposal mereka tayang di Cryptography ePrint Archive, meski kualitas pertahanannya masih menunggu konfirmasi dari uji sejawat (peer-reviewed).
๐ Baca JugaBug Overflow XRP Ledger Sempat Buka Celah Cetak Koin Ilegal - Modalnya Cuma Ratusan XRP
Percepatan adopsi standar kriptografi baru akan menguji seberapa cepat jaringan blockchain menambal celah sebelum diserang. Eksperimen di testnet hari ini menentukan ketahanan aset pengguna saat komputer generasi baru itu lahir.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Pendiri Pasar Gelap Empire Serahkan $101 Juta Bitcoin ke AS - Hukumannya 40 Tahun Penjara
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




