Pasar token Hex kehilangan nilai kapitalisasi sekitar $160 juta hanya dalam rentang 24 jam. Harga koin HEX anjlok hampir 30% setelah kabar penahanan pendirinya, Richard Schueler alias Richard Heart, tersiar dari Istanbul, Turki.
Kantor berita Turki Ihlas Haber Ajansi (IHA) melaporkan aparat kepolisian menahan Schueler bersama istrinya dalam sebuah operasi di Istanbul. Gelombang aksi jual dari para pemegang token langsung meluas menyusul peredaran kabar itu. Kejatuhan harga koin HEX bukan dipicu kendala teknis pada kode jaringan, melainkan proses pidana yang menjerat figur utamanya di dunia nyata.
Hardware Wallet, Perhiasan, dan Senjata Api
Aparat kepolisian Turki mengamankan sejumlah barang bukti saat menangkap Schueler. Menurut laporan IHA, petugas menyita perangkat elektronik, dompet perangkat keras (hardware wallet), perhiasan mewah, dan senjata api genggam dari lokasi operasi.
Otoritas Finlandia sebelumnya juga pernah menyita aset berharga milik Schueler dalam proses penyelidikan kasusnya di Eropa. Pada penyelidikan itu, kepolisian Finlandia menyita koleksi jam tangan mewah Richard Heart senilai $2,6 juta.
Red Notice Interpol atas Tuduhan Penganiayaan
Aparat Turki bergerak menindaklanjuti status pencarian internasional yang sudah berlangsung lama. Penangkapan terjadi hampir dua tahun setelah Interpol menerbitkan Red Notice terhadap Schueler berdasarkan permohonan otoritas Finlandia, atas dugaan penipuan pajak dan penyerangan fisik.
Daftar buronan paling dicari di Eropa menempatkan Schueler atas tuduhan kekerasan fisik terhadap korban berusia 16 tahun. Dokumen tuduhan mencatat Schueler menarik rambut korban, menyeretnya ke lorong tangga, lalu membantingnya ke lantai.
Pihak berwenang di Helsinki memilih menahan diri dari memberikan pernyataan terbuka. Juru bicara Biro Investigasi Nasional Finlandia menolak memberikan komentar resmi mengenai perkembangan penahanan Schueler di Istanbul.
Gugatan SEC $1 Miliar yang Dibatalkan Hakim
Sebelum tertangkap di Istanbul, Schueler sempat berhadapan dengan tuntutan regulator di Amerika Serikat. Pada Juli 2023, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menggugat Schueler atas tuduhan penawaran sekuritas tak terdaftar senilai $1 miliar serta dugaan penggelapan dana sebesar $12 juta.
๐ Baca JugaStarknet Buka Voting Keluar dari Ethereum - Kejar Perlindungan Kuantum Dua Tahun Lebih Cepat dari Induknya
Tuntutan perdata itu akhirnya gugur di pengadilan. Hakim Distrik AS Carol Bagley Amon membatalkan gugatan SEC pada Februari 2025 karena dinilai tidak menyasar investor Amerika Serikat. SEC kemudian menegaskan posisinya pada April 2025 dengan menyatakan tidak akan memperbarui gugatan itu.
Lolos dari gugatan miliaran dolar di New York terbukti tidak menghapus jerat hukum Schueler di Eropa. Bagi para pemegang token HEX yang melihat nilai portofolio mereka terpangkas hampir sepertiga dalam sehari, penahanan ini menjadi pengingat bahwa proyek kripto yang bertumpu pada satu figur sentral akan selalu memikul risiko hukum orang di baliknya.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Zcash Naik 8% Jelang Pemangkasan Waktu Blok Jadi 25 Detik - Ujian Sebenarnya Tertahan di $1.330
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




