Bursa perpetual futures terdesentralisasi StandX resmi menghentikan seluruh operasionalnya. Platform perdagangan yang didirikan oleh mantan kepala Binance Futures Aaron Gong ini memilih menyudahi layanan meski sempat menghimpun Total Value Locked (TVL) di atas $200 juta sejak peluncuran mainnet pada November 2025.
Angka TVL itu sebelumnya terdorong oleh fitur yield-bearing margin dan insentif likuiditas komunitas yang memikat lebih dari 237.000 pengguna. Alih-alih melanjutkan ekspansi bisnis, pengelola platform kini memulai likuidasi bertahap.
Yang membuat langkah penutupan ini berbeda bukan sekadar pamitnya tim pengembang, melainkan keputusan membatalkan rencana token tata kelola demi mengalihkan dana ke airdrop DUSD.
Dari Penghentian Yield hingga Penutupan Otomatis
Proses penghentian layanan dirancang dalam jadwal bertahap. Mulai 15 Oktober 2026, StandX menghentikan total seluruh distribusi imbal hasil, mencakup DUSD yield, Position Yield, Community Maker Yield, hingga komisi referral. Pada tanggal yang sama, pembuatan brankas baru (vault) serta deposit dana disetop sepenuhnya.
Lima hari berselang, tepatnya 20 Oktober 2026, aktivitas trading beralih ke mode reduce-only. Trader tidak lagi bisa menambah posisi baru dan hanya diperbolehkan menutup atau mengurangi kontrak yang sedang berjalan. Fasilitas registrasi pengguna baru, pencetakan DUSD, serta fitur Block Trades dan Block Options juga resmi ditutup pada hari itu.
Bagi trader yang masih membiarkan posisi terbuka, sistem protokol akan mengeksekusi penutupan paksa pada 15 Januari 2027 berdasarkan harga mark pasar. Langkah penutupan otomatis itu segera disusul dengan penyelesaian brankas SLP, Community Strategy, serta Community Shield. Pemilik akun diberi tenggat hingga 31 Januari 2027 untuk menarik dana dari dompet perpetual dan kas, sekaligus menuntaskan penebusan DUSD.
Token Dibatalkan, Airdrop DUSD Jadi Pengganti
Rencana penerbitan token tata kelola yang sebelumnya disiapkan kini resmi dibatalkan penuh. Sebagai gantinya, StandX menyiapkan kompensasi berupa airdrop DUSD satu kali bagi para pengguna yang terdampak.
Distribusi DUSD berlangsung tanpa periode penguncian atau vesting, didanai dari kombinasi sisa pendapatan protokol dan suntikan modal pribadi dari tim pendiri. Pengguna yang berhak menerima kompensasi ini dapat langsung memindahkan saldo stablecoin mereka begitu proses distribusi selesai.
๐ Baca JugaXRPL Buka Akses Pinjaman Tanpa Agunan di New York - Tapi Masih Butuh Restu 80% Validator
Pemeriksaan kelayakan dompet melalui eligibility checker dibuka pada 26 Oktober 2026 pukul 00:00 UTC. Setelah itu, klaim token via dompet jaringan BNB Chain dan Solana dijadwalkan berlangsung dari 1 November hingga 31 Desember 2026.
Tenggat Nyata bagi Pemilik Dana
Bagi 237.000 pengguna StandX, kompensasi stablecoin tanpa vesting menawarkan kepastian nilai dibanding memegang token tata kelola dari platform yang berhenti beroperasi. Namun jadwal pencairan menuntut kedisiplinan: melewatkan penutupan posisi sebelum 15 Januari atau alpa mengklaim airdrop sebelum 31 Desember akan menghilangkan hak penarikan aset yang tersisa.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: CoinShares Bidik Pasar Stablecoin $315 Miliar - Tawarkan Yield Institusi Tanpa Sentuh Kunci Dompet
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




