Pemegang token STRK kini dihadapkan pada pilihan mengenai masa depan jaringan mereka. Mulai 15 Oktober hingga 22 Oktober 2026, Starknet membuka pemungutan suara tata kelola selama tujuh hari untuk mengukur sikap komunitas terhadap rencana pemisahan dari Ethereum. Pengembang jaringan, StarkWare, sedang menimbang opsi melepas status Layer-2 demi berubah menjadi blockchain Layer-1 mandiri.
Fokus utamanya tertuju pada satu isu: perlindungan pascakomputer kuantum. Bagi StarkWare, jadwal pembaruan keamanan di jaringan utama Ethereum dinilai lambat mengimbangi potensi ancaman komputasi generasi baru.
Selisih Dua Tahun dari Jadwal Ethereum
Starknet saat ini mengandalkan infrastruktur Ethereum untuk fungsi jembatan penghubung (bridge) dan ketersediaan data (data availability). Ketergantungan struktural ini membuat jadwal perlindungan kuantum Starknet terikat langsung pada pembaruan di jaringan induk.
CEO StarkWare Eli Ben-Sasson menyatakan perlindungan kuantum berstatus mendesak dan Starknet harus bergerak cepat. StarkWare menargetkan Starknet menjadi jaringan pertama yang sepenuhnya tahan terhadap komputer kuantum pada 2027.
Target itu terpaut dua tahun dari rencana Ethereum. Tim pengembang khusus pascakuantum Ethereum yang dibentuk pada Maret 2026 baru menargetkan implementasi perlindungan awal pada tingkat protokol pada 2029. Kesenjangan waktu inilah yang mendorong pertimbangan memisahkan diri menjadi Layer-1 independen, agar Starknet leluasa menerapkan sistem pertahanan tanpa menunggu jadwal pembaruan Ethereum.
Di tingkat dasar, sistem kriptografi Starknet mengandalkan STARK proofs berbasis matematika tanpa asumsi kurva eliptik konvensional. Model ini diklaim tahan terhadap serangan komputer kuantum, dengan dukungan fitur native account abstraction.
Sinyal Awal, Bukan Keputusan Final
Meskipun wacana pemisahan mengemuka, pemungutan suara yang digelar bersifat tidak mengikat (non-binding). Pemegang STRK disodori tiga opsi: mendukung riset lanjutan pemisahan jaringan, menolaknya, atau bersikap netral sembari menunggu informasi tambahan.
Hasil suara “Ya” tidak memberi mandat langsung untuk mengeksekusi transisi jaringan. Voting ini murni menjadi sinyal persetujuan bagi pengembang untuk meneliti aspek teknis lebih dalam, di mana proposal dan pemungutan suara lanjutan tetap diwajibkan di masa depan sebelum ada perubahan sistem.
๐ Baca JugaPolygon Tuntaskan Belanja $250 Juta di AS - Amankan 50.000 Gerai Tunai dan Izin di 48 Negara Bagian
Terkait aset pengguna, proposal menegaskan token STRK tetap menjadi mata uang kripto asli jaringan tanpa rencana penerbitan token pengganti. Jembatan penghubung yang sudah ada saat ini juga akan terus beroperasi.
Bagi pemegang STRK, pemungutan suara tujuh hari ini menjadi penentu awal: apakah Starknet tetap menginduk pada Ethereum, atau memisahkan diri demi mengejar keunggulan waktu dua tahun dalam pertahanan kuantum.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Evernorth Bawa 473 Juta XRP ke Nasdaq - Gandeng Ripple dan Tiga Mitra untuk Dipekerjakan Demi Yield
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




