๐Ÿ“… Jumat, 16 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Tether Kirim $6,3 Juta ke Firma Penasihat Gedung Putih - Masa Transisi Aturan Molor Jadi 3 Tahun

Tether Kirim $6,3 Juta ke Firma Penasihat Gedung Putih - Masa Transisi Aturan Molor Jadi 3 Tahun

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Aliran dana jutaan dolar terjadi di balik perumusan aturan stablecoin Amerika Serikat. Laporan investigasi The Wall Street Journal (WSJ) per 15 Oktober 2026 mengungkap Tether telah mentransfer dana sekitar $6,3 juta ke Nxum, firma konsultan yang didirikan bersama oleh Bo Hines. Saat kesepakatan berjalan, Hines menjabat sebagai direktur eksekutif dewan aset digital Gedung Putih.

Hines memegang posisi di pemerintahan federal sejak Januari hingga Agustus 2025, sembari tetap mempertahankan sepertiga saham kepemilikan di Nxum. Di waktu yang sama, ia aktif menyusun regulasi stablecoin federal bertajuk GENIUS Act, undang-undang yang menetapkan standar kepatuhan bagi penerbit aset digital termasuk Tether.

Yang membuat transaksi ini disorot bukan cuma nominalnya, melainkan posisinya yang beririsan langsung dengan perumusan aturan.

Aliran Dana Pertama Saat Masih Menjabat

Kesepakatan bisnis berawal dari pertemuan di New York pada April 2025 antara CEO Tether Paolo Ardoino dan mitra Nxum, dengan perantara pengusaha Peter Vincer. Pembicaraan itu menghasilkan komitmen bayaran jasa konsultan sebesar $415.000 per bulan selama minimal dua tahun.

Satu bulan setelah pertemuan, pembayaran pertama langsung meluncur. Pada 11 Mei 2025, ketika Hines masih aktif bertugas di Gedung Putih, Tether mentransfer dana termin pertama senilai $2,49 juta melalui bursa afiliasinya, Bitfinex.

Dari transfer awal itu, Vincer memotong komisi $498.000 dan meneruskan sisanya ke dompet yang dikontrol Nxum untuk dibagikan kepada tiga mitra pemilik, termasuk Hines. Tether kemudian mengirim dua termin lanjutan masing-masing sebesar $2,49 juta pada Desember 2025 dan April 2026, setelah masa dinas Hines di pemerintahan berakhir.

Masa Transisi Diperpanjang Jadi 36 Bulan

Pengaruh Hines dalam perumusan kebijakan tercermin pada naskah GENIUS Act. Dalam proses penyusunan aturan, Hines mendorong perpanjangan masa transisi kepatuhan bagi bursa kripto dari rancangan awal 18 bulan menjadi 36 bulan atau tiga tahun.

Langkah ini dinilai memberi ruang bernapas bagi stablecoin luar negeri seperti Tether untuk beroperasi lebih leluasa sebelum aturan penuh berlaku. Tenggat waktu yang semula ketat berubah menjadi dua kali lipat lebih panjang.

Penasihat Kripto Terakhir Gedung Putih Mundur - RUU Clarity Tanpa Pengawal di Pekan Akhir Kongres๐Ÿ“Œ Baca JugaPenasihat Kripto Terakhir Gedung Putih Mundur - RUU Clarity Tanpa Pengawal di Pekan Akhir Kongres

Pesan di Aplikasi Signal

Manajemen Nxum membantah keterlibatan Hines dalam urusan operasional proyek Tether selama sang pendiri berkantor di Gedung Putih.

Namun bukti percakapan menunjukkan kondisi sebaliknya. Pesan internal di aplikasi Signal yang diperiksa WSJ memperlihatkan Hines tetap aktif berkomunikasi dengan mitra bisnisnya di Nxum mengenai RUU tersebut.

Bagi industri kripto, kasus ini memperlihatkan bagaimana jalur regulasi dan kepentingan komersial bernilai jutaan dolar saling bertaut di Washington.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: CFTC Ingin Kuasai Pasar Prediksi Olahraga - 39 Negara Bagian dan Penulis Regulasinya Malah Berbalik Melawan


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share