CEO Metaplanet Simon Gerovich turun tangan pada 13 Agustus 2026 untuk mengklarifikasi bahwa perusahaannya sama sekali tidak menjual satu keping Bitcoin pun. Pernyataan ini merespons langsung kepanikan pasar setelah platform analitik on-chain Lookonchain melaporkan adanya aliran keluar sebesar 3.881 BTC senilai $247 juta dari dompet yang terhubung dengan perusahaan Jepang ini. Laporan awal itu dengan cepat menyulut spekulasi bahwa Metaplanet mulai merealisasikan keuntungan atau mengurangi eksposur aset mereka.
Gerovich meluruskan bahwa pergerakan itu murni operasi penataan dompet. Angka lengkapnya mencakup perpindahan 5.014 BTC senilai $322 juta yang dirotasi antar alamat custodial internal perusahaan dalam kurun waktu 24 jam. Selain menepis isu penjualan, transaksi bernilai ratusan juta dolar ini menyoroti keunggulan mendasar sistem jaringan blockchain: Metaplanet memindahkan aset $322 juta melintasi jaringan hanya dengan membayar biaya transfer total $8.
Jarak Tipis Menuju Peringkat Kedua Global
Karena tidak ada aset yang dilikuidasi, total kepemilikan Metaplanet tetap kokoh di angka 43.000 BTC. Timbunan ini mengamankan posisi mereka sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di benua Asia sekaligus menempatkannya di urutan ketiga papan peringkat dunia. Mereka hanya berjarak 514 keping dari perusahaan investasi Twenty One Capital yang duduk di posisi kedua dengan kepemilikan 43.514 BTC.
Sementara itu, posisi puncak global masih didominasi penuh oleh Strategy dengan kepemilikan 840.447 BTC. Metaplanet tidak berniat berhenti di posisi ketiga. Manajemen sudah mematok target akumulasi berlapis yang agresif, membidik kepemilikan 100.000 BTC pada akhir tahun 2026, lalu melipatgandakan sasarannya menjadi 210.000 BTC saat menutup tahun 2027.
Saham Tokyo Kebal Laporan Merah
Ambisi menumpuk Bitcoin tanpa henti ini bukannya tanpa konsekuensi pembukuan. Menurut rekaman data dari platform Arkham, Metaplanet saat ini menanggung posisi kerugian belum terealisasi sekitar $1,4 miliar akibat fluktuasi harga sejak masa pembelian mereka. Meski di atas kertas berstatus merah dan sempat diterpa rumor penjualan massal, investor di pasar tradisional menolak panik.
Di lantai bursa Tokyo, saham Metaplanet justru merangkak naik 0,9% ke level 223 yen tak lama setelah klarifikasi Gerovich disiarkan ke publik. Di pasar spot kripto, harga Bitcoin sendiri stabil tertambat di kisaran $63.616 dan sama sekali tidak goyah oleh insiden salah duga dari pelacak on-chain ini.
๐ Baca JugaStrategy Jual Bitcoin 4 Minggu Beruntun dan Rugi $102 Juta - Janji ‘Permanent Hold’ Saylor Runtuh
Bagi para pelaku pasar yang terbiasa membaca notifikasi pergerakan dompet kripto, kejadian ini memberi satu pengingat praktis: peringatan dana keluar dari platform analitik tidak selalu berarti kiamat harga. Terkadang, sebuah korporasi memang hanya sedang memindahkan kunci brankas mereka.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




