Laporan perdana Institutional Crypto Adoption dari Bitwise mengungkap keputusan riil manajer investasi dalam mengelola porsi portofolio kripto. Berdasarkan temuan data ketika nilai aset anjlok hingga 50 persen antara bulan Oktober 2025 sampai April 2026, volume penjualan dari 15 pengelola dana yang disurvei berada tepat di angka nol. Tidak ada satu pun entitas yang mengurangi posisi kripto sewaktu pasar berada dalam tekanan. Sebagian institusi bahkan mencatat penambahan kuantitas koin pada periode waktu yang sama.
Sebagian besar pengelola uang mempertahankan alokasi kripto pada level 1 persen hingga 2 persen dari total aset terkelola. Dalam cakupan keseluruhan sampel, batas porsi total menyebar dalam rentang 0,5 persen hingga level tertinggi 13 persen. Multi-family office mencatatkan persentase angka paling atas dengan menaruh dana hingga batas maksimal 13 persen.
Perbedaan Angka Tiap Entitas
Tingkat toleransi risiko terlihat jelas pada besaran persentase yang diambil masing-masing entitas. Endowment dan yayasan berani menaruh uang pada rentang 0,5 persen hingga 10 persen. Dana pensiun publik mengambil jalan tengah dengan porsi antara 1,5 persen sampai 4,5 persen. Sovereign wealth fund menerapkan patokan investasi yang lebih ketat dengan menahan batas paparan aset digital maksimal pada level 1,5 persen dan rasio batas bawah 1 persen.
Kelompok perusahaan publik yang masuk dalam lembar survei Bitwise turut melakukan pergeseran uang dengan menaruh 1 persen sampai 10 persen dari cadangan kas awal mereka ke dalam bentuk kepemilikan kripto.
Saluran Investasi Pilihan
Penyaluran aliran dana dari institusi terbagi ke banyak saluran pelaksana. Instrumen investasi yang dipakai membentang dari metode kepemilikan aset kripto langsung, lalu jalur bursa publik via ETF spot, melalui penanaman uang di perusahaan modal ventura, sampai investasi khusus dalam manajemen hedge fund. Mayoritas sasaran penempatan aliran uang tetap terfokus pada pergerakan tiga aset paling utama di industri, yakni Bitcoin, Ethereum, dan Solana.
๐ Baca JugaEnam Bank Terbesar Kanada Uji Coba Deposito Tokenisasi - Putus Ketergantungan Jam Kliring Tradisional
Menahan Volatilitas Tanpa Penjualan
Fakta bahwa belasan pengelola tidak melempar koin mereka ke pasar membuktikan perubahan sudut pandang di tingkat para manajer investasi jangka panjang. Kesediaan institusi dalam mempertahankan alokasi 1 persen hingga 2 persen di tengah hancurnya separuh permodalan industri kripto menegaskan kelas aset ini punya peran sebagai pelengkap portofolio tahan guncangan. Sikap menahan posisi tanpa instruksi penjualan ini menunjukkan pemegang modal tidak reaktif atas pergerakan harga bulanan.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




