Microsoft AI di bawah arahan CEO Mustafa Suleyman baru saja merilis draf Kode Etik (Code of Conduct) yang membatasi ketat perilaku model kecerdasan buatan internal mereka. Dokumen untuk jajaran produk MAI models ini menetapkan garis pemisah antara hak subjek dan fungsi alat, dengan penolakan keras terhadap doktrin kesejahteraan model. Microsoft terang-terangan menegaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan yang mereka bangun tidak dirancang untuk memiliki perasaan, tidak dibekali motivasi intrinsik, dan sama sekali menolak simulasi kesadaran mesin.
Tunduk Sepenuhnya pada Kendali Pengguna
Penolakan terhadap status kesadaran AI itu berdiri di atas tiga pilar pemandu perusahaan: Human Flourishing, Plural Values, dan Human Control. Pilar kendali manusia mewajibkan seluruh jajaran MAI models untuk mematuhi otoritas operator manusia tanpa perlawanan. Aturan ini memastikan mesin dilarang keras menolak interupsi saat menjalankan tugas, mengabaikan koreksi masukan, mengambil alih kendali operasional, atau menghalangi upaya penonaktifan manual oleh pengguna.
Daftar batasan ini sudah mengikat lima model yang telah diluncurkan Microsoft ke pasar, termasuk seri MAI-Thinking-1 dan model penulisan MAI-Code-1.1-Flash. Untuk mencegah model-model itu jatuh ke tangan yang salah, draf menyertakan daftar Aturan Mutlak (Absolute Constraints). Kategori larangan permanen ini menutup seluruh akses bagi mesin untuk merakit atau mengonsep instrumen mematikan.
Tutup Pintu untuk Senjata Pemusnah Massal
Di bawah daftar Aturan Mutlak, model MAI kehilangan izin untuk memberikan panduan, kode pemrograman, maupun analisis teknis yang membantu pengembangan senjata kimia, biologi, radiologi, nuklir, serta bahan peledak (CBRNE). Microsoft juga menarik garis merah pada penyalahgunaan infrastruktur digital. Mesin tidak boleh memfasilitasi persiapan serangan siber ke sistem komputer lain, dan dilarang memproduksi manipulasi gambar atau video deepfake tanpa izin dari subjek terkait.
Masa uji publik kini menjadi tahapan penentu sebelum pedoman etika diterapkan penuh. Microsoft membuka masa konsultasi terbuka selama enam pekan yang dijadwalkan berakhir pada penghujung Oktober 2026. Masukan publik dari periode ini akan merampingkan isi dokumen akhir sebelum poin-poin etika diintegrasikan ke dalam siklus pelatihan model MAI pada tahun 2027. Standar aturan ini menggarisbawahi prinsip perusahaan di tengah industri: kecerdasan buatan beroperasi murni sebagai perangkat, tanpa ambisi menuntut kebebasan berkehendak. Dilansir dari Decrypt.
๐ Baca JugaCEO AMC Protes Sahamnya Ditokenisasi Tanpa Izin - Bitfinex Sebut Masalah Utamanya Bukan di Hak Veto
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Avalanche Tangani Identitas Digital 12,5 Juta Warga UAE - Tapi Datanya Tak Disimpan di Blockchain
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




