Morgan Stanley Investment Management resmi meluncurkan Morgan Stanley Ethereum Trust (MSSE) dan Morgan Stanley Solana Trust (MSOL) di bursa NYSE Arca pada 28 Juli 2026. Manajer aset ini mematok biaya manajemen tahunan di angka 0,14%, menempatkan kedua produk terbarunya sebagai pilihan termurah di pasar ETF kripto Amerika Serikat saat ini.
Langkah ini mencetak sejarah baru. Keduanya merupakan instrumen investasi ETF Ethereum dan Solana pertama yang diterbitkan langsung oleh manajer aset afiliasi bank Amerika Serikat. Produk kembar ini melengkapi portofolio Morgan Stanley yang sebelumnya sudah mengelola aset $392 juta melalui Morgan Stanley Bitcoin Trust (MSBT) per catatan 24 Juli 2026. Manuver peluncuran ini berjalan beriringan dengan keputusan mereka membuka akses perdagangan langsung untuk aset BTC, ETH, dan SOL melalui platform E*TRADE, sambil mengajukan izin operasional bank perwalian nasional untuk aset digital.
Senjata Tambahan Bernama Staking
Selain menekan biaya manajemen ke titik dasar, Morgan Stanley memakai fitur staking sebagai daya tarik tambahan untuk memikat klien institusi. Dana perwalian MSSE dirancang untuk melakukan staking atas 50% hingga 80% dari total koin ETH yang mereka simpan. Target MSOL bahkan lebih tinggi lagi, yakni membuka ruang untuk staking hingga 100% dari seluruh koin SOL di dalam brankas kasnya.
Proses operasional jaringan ini tidak dikerjakan sendiri oleh entitas bank. Morgan Stanley mendelegasikan tugas staking dengan menggandeng Figment, divisi bisnis infrastruktur blockchain milik Galaxy, serta Coinbase Canada. Dari seluruh imbal hasil staking yang terkumpul, mitra penyedia layanan dan kustodian mengambil potongan maksimal 5%. Hadiah jaringan sisanya dikembalikan sepenuhnya ke dalam nilai aset reksa dana, memberi porsi imbal hasil yang besar bagi investor.
Apakah Institusi Mulai Pindah Haluan?
Peluncuran dua produk investasi ini terjadi di tengah pergeseran tren arus masuk di pasar kripto. Dana ETF Bitcoin di Amerika Serikat baru saja mencatat arus keluar selama tiga sesi berturut-turut, memutus rentetan aliran dana masuk yang sebelumnya sempat bertahan tujuh hari beruntun. Sebaliknya, instrumen berbasis Ethereum menunjukkan momentum berbeda dengan menarik aliran dana masuk dalam enam dari delapan hari perdagangan terakhir.
Selera institusi untuk merambah ke luar Bitcoin juga terekam pada pengungkapan portofolio Clear Creek Financial Management. Entitas ini melaporkan kepemilikan portofolio ETF kripto bernilai $15,1 juta. Porsi alokasi terbesarnya memang masih berada di ETF Bitcoin lewat Bitwise BITB senilai $9,69 juta, namun ETF Ethereum menyusul dengan nilai penguasaan $4,3 juta, ditambah porsi alokasi tambahan ke instrumen XRP dan Solana.
📌 Baca JugaLido Naikkan Saldo Maksimal Validator ke 2.048 ETH - Imbasnya Sepertiga Penjaga Jaringan Bakal Susut
Persaingan merebut modal institusi kini bergeser dari sekadar urusan izin bursa menjadi adu tarif dan perbaikan layanan teknis. Saat pengelola uang sekelas Morgan Stanley rela memangkas biaya administrasi dan mengembalikan 95% hasil staking ke pihak investor, penyedia ETF kripto lain harus mencari taktik baru agar produk mereka tidak tampak tertinggal di atas kertas.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




