Nilai aset dunia nyata (real-world asset) yang ditokenisasi di jaringan Stellar mencapai $3,996 miliar per 29 Agustus 2026. Angka itu naik 360% dibandingkan batas akhir tahun 2025, ketika total nilainya baru berada di titik $868,8 juta. Lonjakan nilai pasar itu ditopang oleh pergerakan masuk berbagai jenis instrumen keuangan konvensional yang meliputi US Treasurys, kredit swasta maupun publik, serta obligasi pemerintah dari negara-negara non-Amerika Serikat.
Stellar menampung instrumen obligasi utang pemerintah dari luar Amerika Serikat senilai sekitar $490 juta per 20 Agustus. Portofolio utang negara itu mencakup penerbitan obligasi pemerintah Meksiko yang berlabel CETES dan obligasi pemerintah Brasil yang ditransaksikan lewat platform Etherfuse.
Integrasi Institusi dan Bursa Kredit
Infrastruktur jaringan Stellar mendapat aliran likuiditas tambahan dari lembaga penyelesaian transaksi pasar modal sepanjang pertengahan 2026. Pada bulan Mei, DTCC mengumumkan rencana kerja mereka untuk menghubungkan layanan tokenisasi langsung ke Stellar. Proyeksi waktu integrasi itu menjadwalkan agar aset DTC yang ditokenisasi mulai tersedia di jaringan pada paruh pertama tahun 2027.
Masuknya infrastruktur DTCC ke buku besar akan memperbesar kapasitas penyelesaian perdagangan. Saluran koneksi itu mendukung pemindahan instrumen US Treasurys yang ditokenisasi, reksa dana bursa (ETF) indeks berskala besar, serta pergerakan perpindahan saham-saham perusahan yang masuk dalam daftar indeks Russell 1000.
Kesepakatan dari pasar kredit swasta menyusul dua bulan kemudian. Pada Juli 2026, platform tokenisasi Tradable menyatakan kesiapan mereka untuk membawa aset kredit swasta senilai hingga $1 miliar ke dalam ekosistem Stellar. Tradable sebelumnya telah menempatkan aset tokenisasi berupa kredit swasta senilai total $1,7 miliar yang terdistribusi ke dalam sekitar 30 posisi penyaluran yang berbeda.
Stellar juga mendanai transaksi pengiriman uang konvensional lintas batas. Perusahaan remitansi MoneyGram menerbitkan stablecoin dolar dengan kode MGUSD di Stellar pada Juni 2026. Suplai pencetakan MGUSD menambah total ketersediaan stablecoin terverifikasi cadangan di dalam Stellar yang jumlah pasokannya kini menetap di kisaran $438 juta.
Miliaran dolar aset konvensional berputar di atas jaringan Stellar, tetapi pergerakan nilai itu tidak berdampak ke tingkat token aslinya.
๐ Baca JugaVC Kripto Tanam $184 Juta Sepekan - Target Utamanya Justru Infrastruktur Penghubung ke Pasar Tradisional
Volume Meledak, Harga XLM Tertinggal
Kinerja token utilitas Stellar, XLM, bergerak ke arah yang berlawanan dari volume pertumbuhan aset dunia nyata di jaringannya. Koin XLM justru turun sebesar 11% sejak pembukaan awal tahun 2026 (year-to-date). Token pelopor itu diperdagangkan stagnan di level harga $0,18, anjlok tepat saat aset konvensional pendatang di ekosistemnya naik hampir empat kali lipat.
Bagi penanam modal ritel, pemisahan jalur nilai ini memberikan sudut pandang yang mempertegas cara institusi mengadopsi teknologi desentralisasi. Lembaga keuangan sekadar memanfaatkan buku besar blockchain sebagai sarana menekan biaya transaksi, bukan sebagai langkah menempatkan investasi untuk mengangkat harga koin asli jaringannya.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




