Mayukha Vadari, senior software engineer di RippleX, merekomendasikan penarikan amandemen XChainBridge atau XLS-38 pada 27 Agustus 2026. Fitur penghubung antar-jaringan ini berstatus masih dalam tahap voting oleh validator XRPL dan belum pernah menyentuh mainnet sama sekali. Penghapusan amandemen memberi ruang bagi pengembang untuk membuang lebih dari 10.000 baris kode dari repositori perangkat lunak xrpld.
Kebutuhan utama XLS-38 untuk menghubungkan XRPL ke sidechain EVM menghilang setelah peluncuran XRPL EVM Sidechain pada Juni 2025. Proyek itu mengandalkan Axelar sebagai mainnet bridge, yang sekaligus mengambil alih peran penghubung sidechain dengan berbagai blockchain lain. Ripple menunjuk Axelar, Wormhole, sistem zero-knowledge, serta berbagai desain layer-2 sebagai alternatif interoperabilitas yang kini mendominasi pasar.
Beban Perawatan Tanpa Pengguna
Mengoperasikan jembatan lintas rantai bawaan menuntut protokol pengawasan ketat. Desain mekanis XLS-38 bergantung pada kehadiran server witness independen yang bertugas memantau setiap peristiwa di seluruh ledger terhubung. Server ini wajib mengirimkan attestasi sebelum sebuah aset bisa tersedia dan diklaim di jaringan tujuan.
Kerumitan verifikasi itu membawa risiko keamanan operasional yang mahal, mengingat eksploitasi keamanan pada jembatan lintas rantai telah menelan kerugian lebih dari $4 miliar sejak tahun 2021. Mempertahankan belasan ribu baris kode implementasi pasif juga memaksa tim pengembang melakukan review, pengujian, dan penyesuaian kompatibilitas setiap kali xrpld mendapat pembaruan sistem.
Hingga akhir Agustus, Ripple menemukan sangat sedikit bukti proyek aktif yang mengandalkan jembatan bawaan XLS-38. Belum ada satupun deployment di tahap produksi yang menyatakan kehadiran amandemen itu sebagai komponen esensial bagi operasional mereka.
Pemungutan Suara di Tangan Validator
Proses pembongkaran fitur bermula dari sebuah pull request yang menandai XChainBridge dengan status usang di dalam xrpld. Server yang menjalankan pembaruan otomatis merespons dengan memberikan suara menentang aktivasi amandemen.
Ripple tidak memiliki kendali sepihak untuk mematikan fitur itu karena perusahaan hanya mengoperasikan satu suara validator. Aturan normal XRPL menetapkan sebuah amandemen baru bisa aktif jika mengantongi dukungan di atas 80 persen dari 35 validator tepercaya, atau minimal 29 suara persetujuan selama dua minggu berturut-turut.
๐ Baca JugaRepublik Kepulauan Marshall Taruh Obligasi Negara di Blockchain - Transaksi Repo Institusional Selesai di Bawah 10 Menit
Eksekusi akhir kini bersandar pada respons komunitas pengembang independen. Ripple membuka peluang untuk meninjau ulang rekomendasi penarikan jika ada organisasi yang menyajikan bukti nyata penggunaan XLS-38 di lapangan. Tanpa sanggahan berupa deployment aktif yang kredibel, kode jembatan itu hanya akan menjadi arsip mati di riwayat pengembangan XRPL.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: India Rilis Obligasi Token Perdana $57 Juta - Pembelian Wajib Pakai Rupee Digital
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




