Volume transfer bulanan untuk pergerakan saham yang ditokenisasi mencatat kenaikan lebih dari 415% menjadi $29,5 miliar dalam 30 hari terakhir. Berdasarkan data dari platform analitik RWA.xyz, alamat aktif bulanan untuk sektor persilangan saham dan kripto bertambah lebih dari 209%, menyentuh angka sekitar 1,3 juta alamat dompet.
Jumlah pemegang saham tokenisasi naik 167% menjadi 2,36 juta entitas pengguna dalam rentang waktu yang sama. Total nilai saham yang ditokenisasi di ekosistem on-chain merangkak 1,45% dalam 30 hari menjadi $2,54 miliar. Angka kapitalisasi $2,54 miliar mencerminkan lompatan sekitar 637% jika diukur dari periode yang sama pada satu tahun lalu, saat nilainya hanya $344 juta.
Akses Saham Tanpa Henti di Jaringan Base
Pada 24 Agustus, Coinbase merilis layanan perdagangan untuk saham Amerika Serikat yang ditokenisasi pada jaringan lapis dua Base. Fasilitas dari Coinbase membuka akses bagi pengguna non-AS yang memenuhi regulasi untuk melakukan transaksi trading tanpa terikat jam buka bursa tradisional, beroperasi penuh selama 24 jam sehari.
Lewat instrumen berwujud token B20, pemilik dompet Base bisa menaruh modal di saham Nvidia, Apple, Meta, dan Alphabet. Token B20 bisa langsung diamankan oleh pengguna di dompet kripto yang mereka kendalikan penuh alias self-custody wallet, meniadakan syarat penitipan aset di pihak ketiga.
Pada 25 Agustus, atau satu hari setelah rilis dari Coinbase, manajer aset Bitwise memperkenalkan produk portofolio otomatis. Produk investasi dari Bitwise dirancang memakai kumpulan saham ditokenisasi dari Coinbase, menargetkan alokasi pada kelompok saham ‘Magnificent Seven’, korporasi bidang robotika, serta industri kecerdasan buatan (AI).
Langkah Agresif Bybit dan Arcus
Pada bulan Juli, bursa kripto Bybit juga sudah memasukkan saham ditokenisasi dari Nvidia, Apple, Tesla, beserta beberapa nama perusahaan Amerika Serikat lainnya ke dalam daftar aset mereka. Bybit menjadikan token bernilai saham itu sebagai agunan (collateral) untuk menutupi kebutuhan pinjaman margin dari nasabah mereka.
๐ Baca JugaHyperliquid Catat Volume Prediksi $2,38 Juta Lewat HIP-4 - Meski Status Jaringannya Masih Tanda Tanya
Dari sektor bursa terdesentralisasi (DEX), platform Arcus yang mendapat sokongan dari Robinhood meluncurkan lebih dari 95 varian token saham ke pasar kripto. DEX Arcus juga menghadirkan pasar perpetual untuk deretan aset saham dunia nyata itu dengan memakai infrastruktur milik Robinhood Chain.
Pola Baru Perdagangan Lintas Batas
Volume miliaran dolar dalam transaksi tokenisasi menunjukkan pergeseran kebiasaan investasi yang makin terpusat di ranah on-chain. Investor mendapat gabungan dua utilitas sekaligus: memiliki sebagian porsi perusahaan bernilai tinggi, sekaligus menikmati likuiditas kripto tanpa jadwal libur bursa. Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Deposito Aave V4 Tembus $806 Juta - Tapi Satu Pasar Intinya Sudah 92% Penuh
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




