Bursa Efek New York (NYSE) meneken nota kesepahaman (MoU) bersama perusahaan penyedia dompet digital Blockchain.com untuk mendistribusikan saham Amerika Serikat beserta Exchange-Traded Fund (ETF) yang ditokenisasi. Kesepakatan ini mencetak jalur penyaluran langsung yang memasukkan instrumen bursa tradisional ke dalam portofolio pengguna Blockchain.com.
Berdasarkan angka dari RWA.xyz, saham tokenisasi tingkat global sudah membukukan nilai distribusi sebesar $3,14 miliar per hari Rabu. Pasar ekuitas versi token ini tumbuh lebih dari 18% cuma dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Pertumbuhan dua digit selama 30 hari menjelaskan alasan bursa konvensional sekelas NYSE memutuskan menyambungkan infrastrukturnya ke aplikasi kripto.
Tukar Data Sebelum Izin Turun
Distribusi saham dan ETF tokenisasi ini kelak dieksekusi melalui platform perdagangan digital alternatif bentukan NYSE. Karena sistem penyaluran instrumen investasi baru itu masih menunggu persetujuan regulator, kedua perusahaan belum bisa memulai proses penjualan ke publik.
Sembari menanti izin operasional terbit, NYSE dan Blockchain.com sepakat mengaktifkan jalur pertukaran informasi harga. ICE Data Services bertugas menyuplai data pasar kripto dari Blockchain.com ke para klien mereka, sementara Blockchain.com mendapatkan hak menanamkan umpan data perdagangan dari ICE dan papan utama NYSE ke dalam aplikasinya.
Nasabah Tradisional Mulai Terhubung
Kraken, Nasdaq, Binance, Coinbase, dan Robinhood menyusul tren ini dengan mengembangkan model saham tokenisasi versi mereka sendiri demi merebut volume transaksi dari nasabah Web3.
Penetrasi akses aset digital turut menjalar ke daratan Eropa melalui perbankan Raiffeisen Bank International. Institusi finansial dari Austria itu memperluas kemitraan kripto grup mereka dengan penyedia infrastruktur Bitpanda Enterprise.
๐ Baca JugaMoonPay Bayar $60 Juta Beli North Capital - Incar Lisensi SEC untuk Dagangkan Saham Tokenisasi
Perluasan kerja sama Raiffeisen menargetkan peluncuran fasilitas perdagangan ke 11 pasar baru di seluruh wilayah Eropa Tengah dan Eropa Timur. Ekspansi layanan Bitpanda menaruh produk investasi kripto langsung ke dalam genggaman sekitar 18 juta nasabah bank itu.
Bagi investor eceran, dinding pemisah antara pasar modal Wall Street dan mata uang kripto perlahan melebur jadi satu. Setelah seluruh persetujuan dari pengawas pasar modal diterbitkan, pertimbangan utama konsumen kelak hanya tersisa pada aplikasi mana yang paling lancar menukar saham menjadi koin di tengah malam.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: MoonPay Bayar $60 Juta Beli North Capital - Incar Lisensi SEC untuk Dagangkan Saham Tokenisasi
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




